Pabrik Tripleks Ponggok Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

oleh -158 Dilihat
Kondisi sisa bangunan semipermanen pabrik pengolahan limbah tripleks di Desa Ponggok Pacitan yang hangus terbakar.
Area pengolahan limbah tripleks di Desa Ponggok, Kabupaten Pacitan, rata dengan tanah usai dilalap si jago merah, Kamis (9/7/2026). (Foto: Dok. Damkar

Pacitanku.com, PACITAN – Tempat pengolahan limbah tripleks milik Roni di Dusun Krajan Lor, RT 03/RW 04, Desa Ponggok, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (9/7/2026) siang.

Kebakaran yang diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah ini menghanguskan seluruh bangunan semipermanen dan dua unit sepeda motor, dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, api bermula dari tumpukan pembakaran sampah di sekitar area pengolahan.

Angin kencang yang berhembus siang itu membuat lidah api dengan cepat membesar dan menyambar tumpukan limbah kayu tripleks. Material yang mudah terbakar serta struktur bangunan yang terbuat dari bahan semipermanen membuat api tidak terbendung.

Warga sekitar yang panik sempat bergotong royong melakukan upaya pemadaman mandiri dengan peralatan seadanya.

Sayangnya, volume api yang terlampau besar membuat warga kewalahan, sehingga mereka langsung meminta bantuan dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Pacitan.

Menerima laporan tersebut, petugas Damkar segera meluncur ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api. Fokus utama petugas adalah melakukan pemadaman dan pendinginan area guna memastikan api tidak merambat ke permukiman warga lainnya. Beruntung, insiden nahas ini tidak memakan korban jiwa maupun korban luka.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, mengonfirmasi bahwa kebakaran berhasil dikendalikan berkat respons cepat timnya dibantu oleh warga setempat.

“Api merambat sangat cepat karena angin kencang dan banyaknya material tripleks di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak sembarangan membakar sampah, apalagi di musim kemarau atau saat angin kencang, demi mencegah bencana serupa,” ujar Sugito.

Pihak berwenang kembali mengingatkan warga agar selalu memastikan area pembakaran sampah berjarak aman dari material yang mudah terbakar, serta tidak meninggalkannya sebelum api benar-benar padam sempurna.