Cukup Senyum dan Jaga Kebersihan Lingkungan: Senjata Sederhana Masyarakat Lokal Angkat Citra Pariwisata Pacitan

oleh -113 Dilihat
Cik Nonik Ketua AP3 membahas potensi pariwisata budaya Pacitan.
Ketua Asosiasi Pelaku dan Penggiat Pariwisata Pacitan (AP3), Cik Noni, memaparkan pentingnya mengintegrasikan seni dan budaya lokal untuk membangun nuansa pariwisata yang khas di Pacitan dalam siniar kertas kosong episode ke 60, baru-baru ini. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Memajukan sektor pariwisata Kabupaten Pacitan ternyata tidak melulu membutuhkan modal finansial yang besar atau infrastruktur mewah.

Berangkat dari hal-hal kecil, keramahan warga lokal dalam menolong pelancong serta kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan tanpa sampah, diyakini menjadi kunci utama yang mampu menciptakan kesan tak terlupakan bagi setiap wisatawan yang singgah.

Pesatnya laju digitalisasi membuat banyak tempat wisata tersembunyi (hidden gem) di Pacitan tiba-tiba viral dan dibanjiri pengunjung.

Sayangnya, popularitas instan ini kerap kali menjadi bumerang jika destinasi tersebut tidak dikelola dengan baik, terutama menyangkut masalah kebersihan sampah.

Ketua Asosiasi Pelaku dan Penggiat Pariwisata Pacitan (AP3), Chrismillia Natalia (Cik Nonik), menyoroti betapa krusialnya masalah sampah dalam industri pariwisata yang mengandalkan keindahan alam.

Berkaca dari pengalamannya mengunjungi Selandia Baru dan Jepang, kestabilan pariwisata di negara tersebut sangat ditopang oleh kebersihan alamnya yang ekstraordinari.

“Kita bisa bergantung di kekuatan keindahan alam sebenarnya kalau kita punya sesuatu yang luar biasa yang bisa membuat orang wah gitu ya, kayak misalnya tidak melihat sampah satupun di tempat-tempat itu, kalen-kalen resik, banyune bening,”katanya, saat berbincang dalam siniar Kertas Kosong episode 60 yang dikutip dari laman Youtube Pacitanku TV, Sabtu (13/6/2026).

Ia menegaskan bahwa selembar kulit permen pun sangat mengganggu pemandangan.

Selain menjaga kebersihan, Cik Nonik juga menitipkan pesan penting kepada masyarakat lokal Pacitan. Untuk berkontribusi pada kemajuan daerah, masyarakat cukup memberikan pelayanan dasar berupa keramahan yang tulus.

Jika melihat ada wisatawan yang kebingungan mencari arah, warga diimbau untuk proaktif membantu, meskipun hanya dengan menunjukkan jalan atau menanyakannya kepada orang lain yang lebih tahu.

“Hanya bersikap ramah dan mau membantu… itu hal kecil yang akan diperhatikan, yang akan membekas ke pikiran orang,”kata dia.

Satu kebaikan kecil dari satu warga, menurut Cik Nonik, bisa berdampak besar terhadap reputasi keseluruhan Kabupaten Pacitan karena pengalaman baik tersebut akan diceritakan dari mulut ke mulut oleh wisatawan.

Lewat senyum, sikap membantu, dan alam yang bebas sampah, pariwisata Pacitan diyakini akan terus mendunia.

Video Peta Jalan Pariwisata Pacitan di Mata Pelaku Wisata Harusnya Seperti Apa? | Kertas Kosong Eps. 60

No More Posts Available.

No more pages to load.