Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kesiapan infrastruktur mitigasi bencana dengan menggelar uji coba sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, pada Minggu (8/2) sore.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons serius terhadap potensi ancaman gempa megathrust di selatan Pulau Jawa yang sewaktu-waktu dapat memicu gelombang tsunami, sekaligus menjamin keselamatan warga pesisir.
Kegiatan simulasi yang dihadiri langsung oleh Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo serta anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa seluruh perangkat peringatan dini mampu berfungsi optimal dalam menyampaikan sinyal bahaya kepada masyarakat secara cepat.
Baca juga: Negara Hadir, Pemerintah Pusat Salurkan Bantuan Rp351 Juta untuk Korban Gempa Pacitan
Suara sirine yang meraung di pesisir pantai tersebut tidak hanya menjadi penanda teknis, melainkan juga sarana edukasi krusial agar warga memahami langkah evakuasi mandiri saat situasi darurat yang sesungguhnya terjadi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah telah menempatkan delapan unit EWS di berbagai titik strategis.
Perangkat-perangkat tersebut dipasang menyebar di sepanjang garis pantai Pacitan yang membentang sekitar 71 kilometer dan berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif Samudra Hindia.
Keberadaan teknologi ini dinilai sangat vital karena bekerja dengan memantau aktivitas seismik serta perubahan muka air laut untuk kemudian diproses menjadi sinyal peringatan.
“Delapan EWS ini menjadi bagian penting dari sistem peringatan dini di Pacitan. Alat ini diharapkan mampu memberikan peringatan awal jika terjadi gempa besar yang berpotensi tsunami,”kata Erwin di sela-sela kegiatan uji coba.
Erwin menekankan bahwa kecepatan informasi yang dihasilkan oleh EWS menjadi kunci utama keselamatan warga yang tinggal di zona merah rawan bencana.
Peringatan dini yang akurat akan memberikan waktu emas atau golden time bagi masyarakat untuk segera menjauh dari bibir pantai menuju titik kumpul yang aman.
Upaya penguatan sistem mitigasi ini terus didorong oleh pemerintah mengingat posisi geografis Pacitan yang berada di jalur seismik aktif, sehingga risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir sekecil mungkin.
“Dengan adanya EWS, waktu evakuasi bisa lebih cepat sehingga risiko korban jiwa dapat ditekan semaksimal mungkin,”pungkasnya.
Video Pacitan Diguncang Gempa M6,2, Ini Imbauan BPBD Pacitan untuk Warga












