Kunjungi Gedung Dewan, Ketua DPRD Pacitan Puji Siswa Sekolah Rakyat Miliki Integritas Luar Biasa

oleh -156 Dilihat
Kunjungan ke lembaga legislatif ini penting untuk memupuk pengembangan soft skills dan kepemimpinan siswa. SRMA 23 Pacitan fokus menyiapkan bekal penting bagi siswanya ketika memasuki dunia kerja kelak. (Foto: Dok. ASB/DPRD Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 23 Pacitan melakukan kunjungan edukasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, yang memuji integritas dan optimisme tinggi yang dimiliki para siswa sekolah rakyat.

Dalam pertemuan tersebut, para siswa SRMA 23 berdialog dan berdiskusi dengan Ketua DPRD Pacitan. Arif Setia Budi (ASB) menyatakan rasa bangga dan senangnya bertemu dengan siswa sekolah rakyat, yang ia nilai memiliki kedisiplinan, kesopanan, dan semangat optimisme.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan senang bertemu dengan para siswa yang bersekolah di sekolah rakyat. Meskipun awalnya sebagian orang masih ragu akan tetapi saya sendiri sudah melihat dan langsung berdialog-berdiskusi tatap muka dengan mereka semua, dan luar biasa,”kata ASB.

“Saya bisa melihat mereka dengan penuh integritas (nilai-nilai kedisiplinan, kesopanan, demokratis, dan penuh optimisme),”imbuh legislator Partai Demokrat ini.

Kunjungan edukatif ke lembaga legislatif ini, menurut ASB, penting untuk memupuk pengembangan soft skills dan kepemimpinan siswa.

Ia meyakini SRMA 23 tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembangunan mentalitas dan karakter.

ASB berharap pendidikan di SRMA 23 memberi peluang yang sama besar bagi anak-anak dari keterbatasan ekonomi untuk berprestasi. Program ini dinilai berpotensi menjadi katalisator utama untuk mengubah nasib keluarga kurang mampu. (Foto: Dok. ASB/DPRD Pacitan)

“Sekolah ini bukan hanya tentang memberi pelajaran akademik, namun juga tentang membangun karakter dan mentalitas anak-anak muda untuk percaya bahwa masa depan mereka bisa lebih baik,”jelas ASB.

Ia berharap, melalui pendidikan yang diberikan SRMA 23, anak-anak Pacitan yang terhambat keterbatasan ekonomi dapat memiliki peluang yang sama untuk bersaing dan berprestasi.

ASB menilai, program sekolah rakyat berpotensi menjadi katalisator utama dalam mengubah nasib keluarga kurang mampu.

Dia juga berharap, melalui pendidikan yang diberikan di sekolah ini, anak-anak yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan ekonomi, kini memiliki peluang yang sama besar untuk bersaing dan berprestasi.

“Dengan tekad dan dukungan yang kuat, program ini berpotensi menjadi katalisator utama untuk mengubah nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta membangun masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.