Pacitanku.com, PACITAN – Di tengah maraknya musik modern, sekelompok anak muda Pacitan justru memilih untuk menekuni musik tradisional yang penuh karakter: keroncong.
Mereka menamakan diri sebagai Segitiga Band, grup yang terbilang baru, namun semangat dan visinya melampaui batas daerah.
Menurut Adit, salah satu personel, awal terbentuknya Segitiga Band berawal dari pertemanan biasa.
“Awal mulanya nongkrong sama teman iseng-iseng, akhirnya menemukan kecocokan dan kita mulai untuk membuat grup kecil-kecilan. Lama-lama mulai menemukan ritmenya dengan kawan-kawan,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski baru berdiri, Segitiga Band sudah memiliki jadwal manggung yang cukup padat.
Mereka kerap tampil di acara pernikahan, hingga live music kafe.
Bagi mereka, musik keroncong bukan sekadar alunan nada, tapi ruang ekspresi yang luas.
“Keroncong itu spesial. Kalau tidak benar-benar suka, susah untuk masuk ke dalamnya. Tapi yang menarik, semua genre seperti jazz dan dangdut bisa kita masukkan ke keroncong,” jelas Adit.
Nama Segitiga sendiri muncul dari semangat kolaborasi antaranggota yang berasal dari beberapa grup berbeda.
Meski begitu, mereka tetap menghadapi berbagai tantangan, termasuk bersaing dengan grup lain yang memiliki genre serupa.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berkembang.
Dengan usia personel yang rata-rata antara 20–30 tahun, Segitiga Band membuktikan bahwa musik tradisional masih bisa digemari anak muda.
Mereka menilai bahwa musik bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari hidup.
“Awalnya cuma suka, lama-lama main jadi hobi, terus sekarang sudah jadi bagian dari jiwa. Musik itu obat,” ungkap Adit.
Ke depan, Segitiga Band berharap bisa membawa napas baru bagi dunia keroncong dan memperkenalkannya hingga ke mancanegara.
“Kita pengin go internasional. Biar dunia tahu, anak muda Pacitan juga bisa bawa keroncong ke panggung besar,” tutup Adit penuh semangat.
Dengan semangat muda yang membara, Segitiga Band menjadi bukti bahwa musik tradisional tak lekang oleh zaman, ia tetap hidup di tangan generasi baru yang berani bermimpi besar.








