Pagelaran Budaya Song Meri Pacitan Hidupkan Tradisi dan Gerakkan Ekonomi Lokal

oleh -135 Dilihat
PENAMPILAN MEMUKAU – Salah satu kelompok seni menampilkan tarian dalam Pagelaran Budaya “Whistle of the Ancients Pacitan” yang digelar Sanggar Seni Song Meri di Desa Sukoharjo, Pacitan, Jumat (18/7/2025). Acara ini sukses menyatukan misi pelestarian tradisi dengan pemberdayaan ekonomi lokal. (Dok. Sanggar Song Meri Pacitan for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Suara tradisi kembali menggema dari Desa Sukoharjo, Pacitan. Melalui sebuah pagelaran budaya bertajuk “Whistle of the Ancients Pacitan”, Sanggar Seni Song Meri sukses menyatukan hiburan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu panggung megah pada Jumat (18/7/2025) malam.

Acara yang menjadi puncak dari program CSR Telkomsel “Baktiku Negeriku” ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah perayaan kebersamaan yang bertujuan menghidupkan kembali denyut kebudayaan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Seniman lokal sekaligus penggagas acara, Amin Sastro, menjelaskan bahwa pagelaran ini adalah buah dari kolaborasi panjang.

“Ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah kami lakukan bersama beberapa desa dan komunitas Song Meri, seperti lokakarya, sarasehan, hingga melukis gerabah, berkat dukungan program ‘Baktiku Negeriku’ dari Telkomsel,” ujar Amin.

Lebih dari itu, pagelaran ini mengusung misi mulia untuk memberikan ruang positif bagi anak-anak di tengah kepungan gawai, sekaligus menjadi etalase bagi potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.

“Kami berupaya mengangkat beberapa kuliner tradisional untuk mengembangkan UMKM di daerah setempat. Dengan adanya pertunjukan budaya dan kesenian, otomatis masyarakat akan berkumpul, dan di sanalah terjadi transaksi ekonomi yang menghidupkan usaha mereka,” jelas Amin.

Masyarakat yang hadir disuguhi beragam pertunjukan memukau yang dibawakan oleh berbagai sanggar seni di Pacitan serta kelompok seni dari kampung setempat.

Alunan magis dari gamelan beling berpadu serasi dengan ritmisnya kotekan lesung dan gemulainya gerak tari-tarian, menciptakan harmoni yang memikat hati.

Amin Sastro menegaskan bahwa semangat utama di balik kemeriahan ini adalah persatuan, bukan persaingan.

“Song Meri tidak pernah mengadakan kompetisi. Fokus kami adalah menjalin persatuan, persahabatan, dan hubungan baik dengan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sanggar Seni Song Meri sendiri, yang telah aktif sejak 2010, lahir dari inisiatif masyarakat dan anak-anak kampung yang kerap berkegiatan budaya di sekitar area petilasan Song Meri.

Kini, paguyuban tersebut telah menjadi wadah resmi untuk melestarikan dan mengembangkan kekayaan seni tradisi Pacitan sekaligus Makin Tahu Indonesia.

Pagelaran Budaya “Whistle of the Ancients Pacitan” pun berhasil menjadi bukti nyata bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan untuk tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memberdayakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.