Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 455 mahasiswa STKIP PGRI Pacitan resmi menyandang gelar sarjana dalam prosesi Wisuda Sarjana XXVII pada Rabu (16/9/2026).
Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, memberikan pesan tegas bahwa kelulusan bukanlah akhir dari fase belajar, melainkan awal dari ujian kehidupan sesungguhnya di tengah masyarakat.
Dari total 455 wisudawan, sebanyak 387 mahasiswa berasal dari jalur reguler, sementara 68 lainnya menempuh pendidikan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang sebagian di antaranya berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam.
Bakti Sutopo menekankan, tantangan ke depan jauh lebih kompleks. Menurutnya, penilaian bagi seorang sarjana tidak lagi diukur melalui indeks prestasi di atas kertas, melainkan dari seberapa besar dampak dan solusi yang bisa diberikan untuk lingkungan sekitar.
“Wisuda bukan akhir dari proses belajar. Wisuda adalah perpindahan ruang tanggung jawab. Di kampus dinilai melalui tugas, ujian, dan capaian akademik. Setelah menjadi sarjana, masyarakat akan menilai Saudara melalui karya, integritas, kemampuan menyelesaikan persoalan, dan manfaat yang diberikan,” tegas Bakti dalam pidato sambutannya.
Mengusung tema “Berilmu untuk Berkarya, Berkarakter dalam Mengabdi, Berdampak bagi Bangsa”, Bakti mengingatkan para lulusan agar tidak mudah berpuas diri.
Bakti mendorong para sarjana untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Lebih lanjut, ia menitipkan nilai-nilai luhur budaya Jawa sebagai landasan karakter sarjana, yakni tanduk aris, ulat manis ing cipto, demen tetulung, adoh penggawe cidro, ngalah tan agunggung diri, gawe seneng liyan.
Filosofi ini bermakna ajakan bertindak tenang, ramah, gemar menolong, menjaga integritas, rendah hati, dan selalu membawa kebaikan bagi orang lain.












