Pacitanku.com, PACITAN — SDN 1 Hadiwarno tampil membanggakan sebagai satu-satunya perwakilan Kecamatan Ngadirojo dalam pergelaran perdana Pacitan Night Marching Parade di kawasan Museum dan Galeri SBY-ANI, Jumat (11/9/2026) malam.
Keikutsertaan ini tidak sekadar mengejar trofi, tetapi menjadi sarana efektif untuk melatih kedisiplinan dan mendongkrak keberanian mental siswa di panggung berskala kabupaten.
Kepala SDN 1 Hadiwarno, Dwi Nugroho Pamuji, menegaskan bahwa pengalaman berharga yang direngkuh anak didiknya jauh lebih bernilai ketimbang sekadar hasil akhir perlombaan.
“Yang paling penting adalah anak-anak mendapatkan pengalaman dan rasa percaya diri ketika bisa tampil di kegiatan Pacitan Night Marching Parade. Kepercayaan diri lebih muncul, sedangkan proses latihan juga melatih anak-anak lebih disiplin dan kompak,” ujar Dwi.
Langkah berani para siswa ini tak lepas dari dukungan luar biasa para wali murid. Semangat gotong royong mengalir deras, mulai dari penyediaan armada transportasi, iuran penyewaan kostum, hingga kehadiran orang tua secara langsung ke Pacitan demi menyuntikkan semangat dari tepi arena.
“Dukungan dari orang tua itu luar biasa. Ada yang menyiapkan armada, ada yang berbagi untuk sewa baju. Bahkan, tokoh masyarakat yang kami komunikasikan juga terpanggil untuk membantu dan mendukung,” ungkapnya bangga.
Baca juga: Digelar Malam Hari di Depan Museum SBY-ANI, Pacitan Night Marching Parade 2026 Siap Pukau Wisatawan
Melihat besarnya manfaat dan kemeriahan ajang ini, Dwi sangat mengapresiasi ruang ekspresi yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Pacitan. Ia berharap kegiatan edukatif bergengsi ini dapat terus digalakkan agar makin banyak sekolah yang termotivasi untuk menampilkan bakat para siswanya di masa mendatang.
Sebagai informasi, ajang unjuk bakat pelajar tahun ini memang mengusung wajah baru. Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pendidikan merombak tradisi parade drumband yang biasanya digelar siang hari menjadi atraksi malam yang gemerlap di sepanjang koridor Jalan Lintas Selatan (JLS).
Inovasi yang berlangsung pada 11–12 September 2026 ini sengaja dirancang untuk menciptakan daya tarik wisata baru sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.
Menariknya, selain memperebutkan piala dan uang pembinaan, pihak penyelenggara juga menerapkan skema apresiasi baru berupa sistem bagi hasil dari penjualan tiket area VIP bagi seluruh grup peserta parade.












