Pacitanku.com, PACITAN – Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, mengukir sejarah baru dengan meraih Juara I Lomba Tiga Pilar Tingkat Nasional 2026. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung dalam acara Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat” di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Desa Nogosari sukses menyingkirkan perwakilan dari 416 kabupaten dan 98 kota di seluruh Indonesia. Prestasi ini diraih berkat keberhasilan mereka membangun sinergi yang solid antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat, serta pemanfaatan inovasi teknologi melalui program Trisula Naga dan aplikasi E-Thithir.
Kehadiran aplikasi E-Thithir dinilai oleh tim penilai nasional berhasil memangkas rantai birokrasi pelaporan. Melalui telepon genggam, warga dapat melaporkan gangguan keamanan, persoalan sosial, hingga potensi bencana.
Laporan tersebut langsung diterima oleh perangkat desa dan aparat secara seketika.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, mengungkapkan rasa bangga atas capaian luar biasa yang diraih oleh Desa Nogosari tersebut.
“Saya selaku Kapolres Pacitan menyampaikan rasa gembira dan bahagia. Lomba ini memang ditujukan untuk desa-desa terpilih yang mampu menunjukkan sinergi tiga pilar, yakni kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bersama masyarakat. Alhamdulillah, Desa Nogosari berhasil menjadi juara pertama tingkat nasional,” ungkap Ayub, Rabu (5/8/2026).
Ayub menjelaskan, terobosan aplikasi E-Thithir yang dilengkapi fitur geotagging dan terintegrasi dengan data kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memungkinkan petugas merespons laporan secara cepat dan terukur. Sistem ini memastikan setiap laporan warga tidak sekadar tercatat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti hingga tuntas.
Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan Desa Nogosari dapat menjadi percontohan dan memotivasi wilayah lain untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik yang humanis dan responsif.
“Bukan hanya desa di Pacitan, desa-desa di seluruh Indonesia patut mencontoh Desa Nogosari. Banyak perubahan yang dilakukan, terutama dalam membangun pelayanan berbasis teknologi yang memudahkan masyarakat,” tegasnya.
Meski adaptif terhadap kemajuan teknologi, kekuatan utama Desa Nogosari tetap bertumpu pada kearifan lokal.
Pendekatan kekeluargaan, pelestarian budaya gotong royong, serta kekompakan warga dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan desa.














