Bawa Desa Nogosari Juara 1 Nasional, Kades Trina Subagiya Sebut Kuncinya Sinergi Kamtibmas dan E-Thithir

oleh -105 Dilihat
Kombes Pol. Muchamad Budi Hendrawan dan tim Korbinmas Baharkam Polri saat melakukan penilaian Apresiasi 3 Pilar Kamtibmas 2026 di Desa Nogosari, Ngadirojo, Pacitan.
UNJUNGAN LAPANGAN: Tim Korbinmas Baharkam Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol. Muchamad Budi Hendrawan, S.I.K., M.H., berfoto bersama saat melakukan peninjauan lapangan dan penilaian Apresiasi 3 Pilar Kamtibmas 2026 di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Selasa (14/7/2026). (Foto: Dok. Pemdes Nogosari)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Desa (Kades) Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan Trina Subagiya, merespons positif pencapaian membanggakan desanya yang baru saja dinobatkan sebagai Juara I Lomba Tiga Pilar Tingkat Nasional 2026.

Meski sukses menyingkirkan ratusan desa dan kelurahan dari seluruh Indonesia, Trina menanggapi pencapaian prestisius tersebut dengan sikap membumi dan rendah hati. Ia menilai raihan ini murni hasil dari kebersamaan seluruh warga.

“Ya senang, Mbak (Juara 1- red),” ungkap Trina Subagiya, saat dihubungi Pacitanku.com, Kamis (13/8/2026).

Trina menjelaskan, rangkaian proses penilaian lomba bergengsi garapan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tersebut telah diikutinya sejak pertengahan bulan lalu.

“Mengikuti lomba tingkat nasional tanggal 14 Juli 2026. Indikator (penilaiannya) semua Kamtibmas tiga pilar,” jelasnya.

Menurut Trina, fondasi utama dari keberhasilan Desa Nogosari adalah soliditas antarunsur masyarakat dan aparatur desa. Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak akan terwujud tanpa adanya gotong royong yang kuat.

“Sinergi yang kita jalin (adalah) kebersamaan,”tegas Trina.

Selain mengandalkan kekompakan warga, Trina juga menyebutkan bahwa dewan juri tingkat nasional sangat mengapresiasi terobosan teknologi yang dikembangkan oleh desanya. Adaptasi digital inilah yang menjadi daya gedor utama Nogosari di kancah nasional.

“Unggulannya aplikasi Trisula Naga dan E-Thithir,” paparnya.

Dukungan Penuh Arsitektur IT dan Tata Kelola Kecamatan

Di balik kelancaran sistem aplikasi Trisula Naga dan E-Thithir, terdapat peran krusial dari pendamping IT sekaligus perwakilan Kecamatan Ngadirojo, Wira Swastika. Kecamatan turun tangan langsung tidak hanya sebagai fasilitator koordinasi, melainkan juga sebagai arsitek integrasi digital.

“Kami memastikan kerangka sinergi Trisula Naga dan aplikasi E-Thithir memiliki alur kerja yang padu, di mana laporan warga langsung masuk serentak ke ponsel ketiga unsur Tiga Pilar tanpa hambatan birokrasi,” jelas Wira.

Wira memaparkan, inovasi digital ini juga diiringi dengan harmonisasi regulasi agar memiliki payung hukum yang sah dan selaras dengan sistem pelaporan di lingkup Kabupaten Pacitan.

Kecamatan memberikan pendampingan teknis intensif terhadap fitur-fitur krusial E-Thithir, seperti notifikasi real-time, geotagging, dan integrasi Google Maps. Sistem dirancang sedemikian rupa agar notifikasi aduan warga akan terus berbunyi di ponsel aparat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas hingga ada petugas yang tiba di lokasi kejadian dengan presisi.

Baca juga: Sinergi dan Inovasi E-Thithir Bawa Desa Nogosari Pacitan Juara 1 Lomba Tiga Pilar Nasional 2026

Lebih lanjut, Wira menjelaskan bahwa inovasi Desa Nogosari kini telah merambah pada kemandirian data kebencanaan. Desa telah memiliki sistem pemetaan risiko bencana berbasis peta digital, identifikasi kerentanan hingga tingkat RT, hingga visualisasi simulasi penanganan darurat.

Tidak berhenti pada isu keamanan, digitalisasi juga menyentuh pelayanan administrasi masyarakat.

“Kecamatan Ngadirojo juga mengembangkan pelayanan masyarakat, terutama surat-menyurat, yang kini bisa dilakukan dari rumah melalui aplikasi SiSoge. Prosesnya cepat, nyaman, dan resmi menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE),” tambahnya.

Bukan Sekadar Inovasi untuk Perlombaan

Untuk memastikan keberlanjutan program ini pascalomba, pihak kecamatan telah menyiapkan cetak biru (blueprint) pengembangan dan pemeliharaan sistem. Penggunaan aplikasi digital dan respons cepat Tiga Pilar kini telah dilembagakan menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) harian pelayanan masyarakat.

Keberhasilan Desa Nogosari ini diproyeksikan menjadi percontohan bagi wilayah lain. Kecamatan Ngadirojo siap memfasilitasi transfer pengetahuan agar ekosistem digital Tiga Pilar ini dapat direplikasi oleh desa-desa lain.

“Menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain di Ngadirojo untuk bertransformasi menuju desa digital yang aman, humanis, dan partisipatif. Harapannya, inovasi ini dapat membawa nama baik Kabupaten Pacitan di tingkat nasional yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wira.

No More Posts Available.

No more pages to load.