Pacitanku.com, TULAKAN – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mempererat kemitraan dengan dunia pendidikan melalui kegiatan rutin “Go To School”.
Pada Jumat (21/11/2025), inisiatif yang digelar secara terjadwal dari tingkat TK hingga SMA ini berpusat di SDN 1 Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Pacitan dan dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Aipda Latip Utomo.
Program ini bertujuan utama untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan membentuk karakter yang mumpuni sejak dini pada para siswa, sekaligus memberikan pembinaan langsung mengenai keamanan dan ketertiban.
Dalam sesi penyuluhan yang dihadiri oleh siswa, guru, dan wali murid, Aipda Latip Utomo secara spesifik menyoroti isu-isu krusial.
Sosialisasi yang diberikan mencakup pencegahan Perundungan (Bullying), Tindak Pidana Kekerasan terhadap Anak, dan Penyalahgunaan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Dia menekankan pentingnya bagi siswa untuk bijak dalam menggunakan gawai, menjauhi segala bentuk perundungan, dan selalu menghormati guru serta orang tua.
Aipda Latip Utomo berharap kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah dapat memberikan dampak positif bagi moral dan mental generasi muda.
“Membentuk karakter yang disiplin dan mumpuni harus dilaksanakan sejak dini. Kami berharap kehadiran Bhabinkamtibmas di sekolah dapat menambah wawasan anak-anak, sehingga mereka lebih giat dan disiplin,”kata Aipda Latip Utomo.
Meskipun kegiatan “Go To School” diyakini dapat mengurangi risiko anak-anak melakukan tindakan negatif, ia juga menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pembentukan karakter anak justru berada di tangan orang tua. Peran aktif orang tua di rumah merupakan faktor penentu.
“Bimbingan dan pengawasan dari orang tua adalah kunci utama bagi anak-anak. Bila anak-anak ini di rumah sudah dididik dan dibimbing dengan baik, maka di sekolah pun hal-hal baik pasti akan dilakukan, dan begitu pun sebaliknya,”tegas dia.
Aipda Latip Utomo berharap kegiatan positif ini dapat terus berkelanjutan dan membawa dampak signifikan bagi perkembangan generasi muda di wilayah binaannya.
“Kami harap kegiatan-kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung di sekolah, namun yang paling penting adalah bimbingan dan pengawasan dari orang tua adalah kunci utama untuk anak-anak,”pungkasnya.











