Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan mengerahkan dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal keselamatan dan kelancaran Ekspedisi Gahvara Yava 2026 di sistem Gua Luweng Ombo yang berlangsung hingga 19 Agustus 2026.
Dukungan ini mencakup kesiagaan logistik bencana, pengawalan keamanan, hingga penyediaan serum antibisa ular demi menyukseskan misi pemetaan dan riset di salah satu gua terdalam di Pulau Jawa tersebut.
Komitmen Pemkab Pacitan ini ditegaskan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, di sela acara Umbul Doa Ekspedisi Gahvara Yava, Senin (10/8/2026).
Baca jug: Bertajuk Gahvara Java Expedition 2026, Tim Ekspedisi Nasional Telusuri Luweng Ombo Pacitan
Menurutnya, pemerintah daerah memposisikan diri untuk mendukung penuh kegiatan ini sesuai dengan kapasitas dan kewenangan yang dimiliki.
“Insya Allah sudah siap. Kemarin kita sudah berkomitmen, teman-teman dari BPBD juga telah menyiapkan dukungan logistik. Kemudian dari pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan menyiagakan serum antibisa ular. Teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup juga standby, serta Satpol PP sudah ditugaskan untuk ikut mengawal bersama beberapa OPD terkait lainnya,” papar Yudo.
Keterlibatan lintas dinas ini bukan tanpa alasan. Yudo berharap kolaborasi yang terjalin mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah.

“Harapannya semoga ekspedisi ini bisa sukses dan menghasilkan hal-hal positif yang dapat mendukung perkembangan penelitian, serta pengembangan potensi Luweng Ombo ke depannya,” imbuhnya.
Di sisi lain, kesiapan teknis dari para penelusur gua pun sudah matang. Ketua Ekspedisi Gahvara Yava 2026, M. Wakhid Guntur, memastikan tim gabungan dari Latgab Caving Jabodetabeka dan Pacitan Speleology Society (PSS) siap terjun membedah perut bumi.
“Sejauh ini persiapannya sudah 98 persen. Dari sisi peralatan dan perlengkapan basecamp sudah lengkap, terutama untuk standar keselamatannya. Tinggal dua persennya lagi adalah persiapan doa,” jelas Guntur.
Untuk memetakan gua sedalam ratusan meter tersebut, Guntur memaparkan bahwa pihaknya akan membuat enam lintasan vertikal. “Total ada 25 personel yang akan masuk ke dalam. Kami mendirikan empat pos di dalam gua serta menerjunkan dua tim pemetaan. Masih banyak lorong-lorong yang belum terjamah yang akan kami coba petakan pada ekspedisi kali ini,” tegasnya.
Sebagai informasi, Ekspedisi Gahvara Yava 2026 mengusung misi besar memutakhirkan peta digital sistem Gua Ombo-Kebon guna memperbarui rekor kedalaman 246 meter dengan panjang lorong 7,3 kilometer.
Lebih dari sekadar petualangan ekstrem, tim juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kajian biospeleologi mencari potensi spesies endemik baru.
Tak berhenti di situ, misi kemanusiaan juga dijalankan melalui pembangunan instalasi air bersih dari Reservoir Luweng Jati Rambat menuju 32 rumah warga sebagai solusi krisis air di Dusun Sawahan Kulon, Desa Klepu. Seluruh rekam jejak ekspedisi ini akan didokumentasikan dalam film layar lebar bertajuk “Into the Deep”.














