Pacitanku.com, PACITAN – Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Pacitan berhasil mengevakuasi cincin yang macet di jari tengah seorang lansia bernama Wiratmoko, warga Kelurahan Sidoharjo, pada Kamis (28/5/2026) pagi.
Evakuasi non-kebakaran ini dilakukan secara ekstra hati-hati di Markas Komando (Mako) Damkar Pacitan karena kondisi jari korban sudah mengalami pembengkakan hebat dan luka infeksi serius akibat jepitan logam.
Kronologi bermula ketika cincin yang melingkar di jari tengah Wiratmoko, warga Lingkungan Balong RT 02/RW 05, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan kota tidak bisa dilepas.
Alih-alih terlepas, cincin tersebut justru semakin menjepit erat hingga memicu luka terbuka. Melihat sang ayah kesakitan, putra korban berinisiatif membawa ayahnya langsung ke Mako Damkar Pacitan untuk meminta pertolongan darurat.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, menjelaskan bahwa proses pemotongan cincin kali ini membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi mengingat adanya luka infeksi pada jari korban.
“Evakuasi kali ini memerlukan ketelitian ekstra karena kondisi jari korban sudah membengkak dan terluka di bagian bawah cincin. Petugas kami menggunakan alat gerinda mini secara perlahan dan terus mengucurkan air steril guna meredam panas akibat gesekan logam,”kata Sugito.
Suasana di dalam Mako Damkar sempat tegang saat petugas mulai mengoperasikan gerinda mini. Sambil melafalkan doa di tengah deru bising alat pemotong, petugas terus berupaya menenangkan Wiratmoko yang sedang menahan rasa sakit.
Berkat kesigapan petugas, logam cincin yang tebal tersebut akhirnya berhasil dipatahkan dengan aman. Rasa lega seketika terpancar dari wajah Wiratmoko.
Sembari melihat jarinya yang terbebas, ia berulang kali menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
“Matur nuwun, matur nuwun, matur nuwun nggih, matur nuwun… (Terima kasih, terima kasih, terima kasih ya, terima kasih…),”ucap Wiratmoko dengan suara bergetar haru.
Guna memastikan penanganan berjalan aman dan steril, operasi penyelamatan ini juga mendapatkan pendampingan langsung dari tim medis PSC 119 Pacitan.
Usai cincin berhasil dilepaskan, petugas medis langsung melakukan pertolongan pertama dengan membersihkan luka menggunakan cairan antiseptik dan membalutnya dengan kain kasa, serta memberikan obat-obatan penunjang untuk perawatan di rumah.
Di akhir keterangannya, Sugito menegaskan bahwa penanganan ini merupakan wujud nyata pelayanan publik yang inklusif dari pemadam kebakaran Pacitan.
Petugas selalu siap sedia 24 jam penuh untuk melayani masyarakat, baik dalam penanganan musibah kebakaran maupun berbagai situasi darurat dan penyelamatan non-kebakaran di wilayah Kabupaten Pacitan.












