Kirim Chat Mesum ke Remaja Difabel, Oknum Guru SD di Pacitan Dipecat Tidak Hormat

oleh -720 Dilihat
Ilustrasi seorang guru pria berpakaian dinas sedang duduk mengetik pesan di aplikasi WhatsApp melalui smartphone, merepresentasikan tindakan oknum guru di Pacitan yang mengirim chat mesum.
FOTO ILUSTRASI. Tindakan tidak terpuji oknum guru GTT berinisial AZR asal Tulakan, Pacitan, yang mengirimkan pesan singkat (chat) bernada mesum via WhatsApp kepada remaja difabel berujung pada sanksi pemecatan tidak hormat oleh pihak SDN 2 Padi, Jumat (22/5/2026). (Foto: AI)

Pacitanku.com, TULAKAN – Pihak SDN 2 Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan secara tidak hormat seorang oknum guru Guru Tidak Tetap (GTT) berinisial AZR mulai Jumat (22/5/2026).

Langkah disipliner ini diambil sebagai respons cepat pihak sekolah menyusul viralnya dugaan pelecehan melalui pesan singkat (chat) tidak senonoh yang dikirimkan pelaku kepada seorang remaja perempuan difabel berinisial P (17).

Kepala SDN 2 Padi, Bambang Pidera, menegaskan bahwa pihak sekolah langsung bergerak formal dengan menerbitkan surat keputusan pemberhentian begitu menerima keluhan dari masyarakat. Pihak lembaga memastikan tidak akan menoleransi atau membiarkan tindakan amoral tersebut.

“Saya selaku kepala sekolah yang menjadi naungan oknum guru tersebut menyampaikan dan sudah mengambil keputusan dan bersikap tegas dengan arah dan kebijaksanaan. Guru yang bersangkutan masih berstatus GTT dan sejak tanggal 22 Mei 2026, guru yang bersangkutan sudah kita berhentikan secara tidak hormat dengan terbitnya surat nomor 421.2/17/408.37.09.331/2026,”kata Bambang saat memberikan klarifikasi resmi, Sabtu (23/5/2026).

Kasus ini sendiri mulai mencuat dan memicu gelombang keprihatinan publik dalam dua hari terakhir setelah isi percakapan pribadi yang diduga dikirimkan AZR kepada korban beredar luas.

Warga setempat sangat menyayangkan perilaku oknum pendidik tersebut, mengingat korban merupakan seorang remaja dengan keterbatasan fisik yang seharusnya dilindungi.

Bambang menambahkan, keputusan berat ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral instansi pendidikan terhadap keresahan yang terjadi di tengah masyarakat. Pihak sekolah pun berharap peristiwa kelam ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak.

“Artinya kami lembaga tidak mendiamkan dan tetap merespons dengan cepat yang menjadi keluhan masyarakat. Demikian semoga menjadi perhatian untuk semua pihak dan ini menjadi pelajaran bagi kami yang sangat berharga. Kami segenap keluarga besar lembaga SDN 2 Padi memohon maaf,”pungkas Bambang.

No More Posts Available.

No more pages to load.