Pacitanku.com, PACITAN – Memperingati Dies Natalis ke-15, SMKN Pringkuku Kabupaten Pacitan meluncurkan gagasan pendidikan “Laboratorium Semesta” dan 15 inovasi unggulan karya guru serta siswa pada Minggu (17/5/2026).
Langkah progresif bertajuk “Pawiwahan Pancadasa Abhipraya” ini menjadi bukti nyata lompatan inovasi pendidikan kejuruan berbasis kolaborasi Pentahelix di wilayah Pacitan.
Kepala SMKN Pringkuku, Indra Prastowo, menjelaskan bahwa konsep “Laboratorium Semesta” dihadirkan sebagai ekosistem belajar yang luas untuk mengakomodasi seluruh potensi peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
“Kami membuka kolaborasi Pentahelix yang di dalamnya melibatkan unsur pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan berbagai pihak lain untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan di Pacitan. Laboratorium Semesta ini menjadi wadah agar semua anak bisa belajar di tempat yang mereka inginkan dan sesuai bakat yang mereka miliki,” ujar Indra dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Melalui konsep tersebut, sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang di bidang akademik, kreativitas, budaya, kewirausahaan, hingga penguatan karakter. Pada momen yang sama, SMKN Pringkuku memamerkan 15 inovasi unggulan lintas jurusan, mulai dari sistem informasi manajemen sekolah berbasis digital bernama PANCA INDERA, program literasi PELITA MENYALA, hingga aplikasi absensi digital siswa PKL bernama SISAN.
Tidak hanya teknologi digital, kreativitas siswa juga menyasar sektor pangan lokal dan budaya. Produk kreatif seperti cookies rebung bambu (BAMKIS), cookies kulit kacang (KUCANG), pembersih kuas organik berbasis VCO, serta kreasi Batik Thiwul turut diperkenalkan kepada publik. Momentum hari jadi ini juga ditandai dengan peluncuran 15 buku karya civitas akademika dan pemberian penghargaan bagi 15 guru inovatif serta terloyal.
“Kami ingin acara dies natalis ke-15 ini menjadi milik bersama seluruh civitas akademika SMKN Pringkuku. Termasuk sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi bapak-ibu guru,” tambah Indra.
Guna memperkuat kesiapan kerja siswa, SMKN Pringkuku resmi menandatangani kerja sama dengan 15 lembaga mitra lintas sektor, meliputi bidang kesehatan, pariwisata, lingkungan hidup, hingga pendidikan inklusif melalui program Prima Inklusifa.
Langkah adaptif sekolah kejuruan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pacitan, DR. Sasmito Pribadi. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan sekolah yang solid dalam menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan.
“Ini luar biasa dan bisa menjadi motivasi bagi lembaga-lembaga lainnya dalam pengembangan sekolah yang arahnya nanti untuk prestasi siswa,” kata Sasmito.
Rangkaian perayaan Dies Natalis ke-15 SMKN Pringkuku ini berlangsung selama tiga hari, yang juga diisi dengan kompetisi e-sport serta kegiatan mandiri oleh OSIS sebagai sarana pembelajaran manajemen acara (event organizer) bagi siswa.












