Soroti Era Digital, DPRD Pacitan Tegaskan Pendidikan Anak Tanggung Jawab Kolektif Tiga Pilar

oleh -108 Dilihat
Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko saat memberikan keterangan terkait peringatan Hardiknas 2026.
Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, memberikan keterangan mengenai pentingnya sinergi tiga pilar pendidikan di era digital bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2026). (Foto: Dok. Rudi Handoko for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, Rudi Handoko, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak bukan sekadar tanggung jawab guru di sekolah, melainkan tugas kolektif tiga pilar utama.

Ketiga pilar tersebut meliputi masyarakat, orang tua, dan lingkungan sekolah.

Hal ini disampaikannya bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu (2/5/2026).

Rudi menyoroti bahwa di tengah pesatnya kemajuan teknologi, pengawasan terhadap anak menjadi tantangan krusial yang menuntut sinergi dari seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan anak tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada tenaga pendidik atau guru saja. Keterlibatan masyarakat dan orang tua dalam pendidikan sangat penting. Semua harus benar-benar berkolaborasi dalam satu konteks yang sama, yaitu bagaimana pendidikan anak bisa sukses dan kondusif,”kata Rudi dalam keterangannya, Sabtu di Pacitan.

Lebih lanjut, legislator Partai Demokrat ini menekankan peran krusial orang tua dalam mengawasi aktivitas sehari-hari anak di luar jam sekolah.

Pengawasan ini mencakup pembatasan penggunaan gawai, larangan berkendaraan bermotor bagi anak di bawah umur, hingga pemantauan pola pergaulan. Rudi mengimbau agar pola asuh di rumah tidak bertentangan dengan aturan kedisiplinan yang telah diterapkan di sekolah.

“Jangan sampai pendidikan di rumah kontra produktif. Sekolah melarang, tapi orang tua justru memberikan kebebasan. Terkait IT, kita tidak menyalahkan teknologinya, tapi anak-anak perlu dibatasi dan diawasi dalam penggunaan gawai karena akses di sana luar biasa luas yang bisa menjadi permasalahan baru jika terlalu bebas,” tambahnya.

Untuk menyelaraskan kedisiplinan tersebut, Rudi meminta para orang tua dan wali murid untuk terus mengedepankan komunikasi yang intensif dan terbuka dengan pihak sekolah. Ia berharap orang tua dapat bersikap bijak menanggapi pola pendisiplinan guru.

“Hindari terlalu baper, yang justru akan berakibat kurang baik terhadap tujuan pendidikan itu sendiri,” tegasnya.

Selain menyoroti peran orang tua, Komisi II DPRD Pacitan juga mencermati kondisi infrastruktur pendidikan, sarana dan prasarana, serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Pacitan yang dinilai masih memerlukan perhatian serius.

Rudi mencontohkan adanya kendala administratif akibat absennya Unit Pelaksana Teknis (UPT) tingkat kecamatan, yang kini berimbas pada panjangnya alur birokrasi antara sekolah dan dinas terkait.

Mengakhiri pesannya di momentum Hardiknas, Rudi mendorong para tenaga pendidik untuk terus berinovasi, meningkatkan kreativitas pembelajaran, dan memperkuat kemampuan teknologi informasi.

Ia mengingatkan bahwa guru bukan sekadar pentransfer ilmu, melainkan sosok yang patut digugu dan ditiru.

Di saat yang sama, ia juga berpesan kepada seluruh pelajar agar memiliki komitmen kuat dalam belajar, karena kesuksesan masa depan sangat ditentukan oleh konsistensi dan tanggung jawab diri sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.