BGN Pacitan Investigasi SPPG Terkait Dugaan Keracunan Siswa

oleh -203 Dilihat
Potret Listiana Asworo, Penanggung Jawab BGN Pacitan
Penanggung Jawab BGN Pacitan, Listiana Asworo. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Pacitan resmi melakukan investigasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan yang menimpa 12 siswa di Kecamatan Tegalombo pada Kamis (9/4/2026).

Penanggung Jawab BGN Pacitan, Listiana Asworo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengusut tuntas kejadian yang mencuat sejak Jumat pagi tersebut.

Pihak BGN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan layanan yang dialami para siswa.

“Kami langsung tindak lanjuti dengan mengkroscek ke SPPG tersebut. Kami selaku korwil juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes dan melaporkan ke Satgas. Kami menunggu hasil investigasi dari Dinkes,” tegas Listiana saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).

Sebagai bentuk tanggung jawab, perwakilan pihak SPPG dilaporkan mulai melakukan kunjungan ke rumah-rumah siswa serta rumah sakit untuk memantau langsung kondisi kesehatan para korban. Saat ini, para siswa yang berasal dari jenjang TK hingga SMP tersebut sedang menjalani perawatan intensif.

Data sementara menunjukkan para korban tersebar di Desa Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, dan Tegalombo. Beberapa di antaranya masih menjalani rawat inap di Puskesmas Pembantu Tegalombo dan RSU Medical Mandiri Pacitan akibat gejala mual, muntah, dan diare massal.

Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi, mengungkapkan bahwa warga mulai mencurigai beberapa komponen makanan pada menu hari Kamis, seperti buah melon yang terasa asam dan saus tahu.

“Saya tanya, ternyata banyak yang sedang mengantar anaknya ke puskesmas. Keluhannya sama, muntah-muntah dan sakit perut setelah makan MBG,” tutur Susilo.

Pemerintah daerah mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab pasti kejadian ini.

Saat ini, sampel makanan telah dikirim ke Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium guna mendapatkan rilis resmi terkait penyebab dugaan keracunan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.