Pacitanku.com, TULAKAN — Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan memiliki ikon destinasi religi unggulan melalui Telogo Sono, sebuah telaga asri yang menawarkan perpaduan pemandangan alam lembah Gunung Tipis dengan kemegahan masjid apung, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun pemancing.
Daya tarik utama Telogo Sono terletak pada ketenangan airnya yang kini telah tertata rapi. Sebuah masjid apung yang berdiri tegak di tengah telaga menjadi daya tarik visual.
Selain keindahan fisiknya, wisatawan juga diajak menyelami wisata edukasi melalui sejarah tutur tentang ambisi para wali di masa silam yang menyelimuti keberadaan telaga ini.
Taslim, salah satu warga asli Dusun Sono, menjelaskan bahwa keunikan Telogo Sono tidak lepas dari kisah asal-usulnya yang dipercaya sebagai lokasi pembangunan laut yang tertunda.
“Rencana awal untuk menjadikannya segoro (laut) tidak terwujud. Karena terjadi beberapa kegagalan, akhirnya hanya terbentuk sebuah telaga kecil yang sangat jelas terlihat, maka diberi julukan Telogo Sono,”katanya.
Meski kini telah bersolek menjadi destinasi modern, nilai-nilai lokal tetap dijaga untuk mempertahankan keaslian wisata.
Pengunjung dapat menikmati panorama gunung terjal di sisi selatan yang menurut legenda dijaga oleh pusaka gejik emas.
Narasi keajaiban masa lalu ini menjadi magnet tersendiri bagi para pelancong yang ingin merasakan nuansa spiritual di balik keindahan alam Pacitan.
“Di bagian selatan telaga terdapat gunung terjal. Untuk menahan longsor, yakni patokan berupa gejik emas. Konon, jika gejik emas tersebut dicabut, maka gunung akan longsor dan membuat telaga tersebut lenyap,”tambah Taslim, menceritakan kearifan lokal yang menjaga kelestarian alam sekitar telaga.
Bagi para pemancing, Telogo Sono tetap menjadi primadona karena kejernihan air dan suasananya yang menenangkan.
Seiring berjalannya waktu, pengunjung Telogo Sono mengalami pergeseran. Jika dahulu telaga ini cukup tersohor hingga memikat pengunjung dari luar kota.
Saat ini, Telogo Sono lebih banyak didatangi oleh warga lokal yang menyalurkan hobi memancing. Hal ini tidak lepas dari kondisi medan menuju lokasi yang tergolong ekstrem.










