Pacitanku.com, PACITAN — Peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan di pesisir Pantai Teleng Ria pada Minggu (15/2/2026) tak sekadar menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga saksi nyata bertahannya tradisi melintasi generasi.
Puluhan peserta, mulai dari orang tua hingga remaja, antusias menerbangkan karya mereka dalam Festival Layang-Layang Tradisional kategori polosan dan motif yang diorganisasi oleh EL JHON Kite Festival.
Sisi menarik dari festival ini adalah keterlibatan generasi muda yang masih setia merawat permainan tradisional di tengah gempuran era digital.
Salah satunya adalah Aal (16), remaja yang mengaku kecintaannya pada layang-layang telah tumbuh sejak ia duduk di bangku taman kanak-kanak.
“Mulai suka layang-layang sejak kecil, dari TK sampai sekarang usia 16 tahun. Asyik saja sih ikut acara ini sekalian lihat layangan yang lain. Bikin layangan juga di rumah dan kadang juga dijual,” ujar Aal.
Semangat serupa disuarakan oleh Eko, peserta asal Desa Sirnoboyo.
Baginya, menerbangkan layang-layang di festival ini adalah bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga eksistensi budaya lokal agar tidak punah ditelan zaman.
“Kami ingin layangan khas Pacitan bisa hidup lagi, ramai, dan semakin diminati, khususnya oleh anak-anak muda Pacitan. Untuk desain dan bentuk layangan, saya sendiri mengikuti tren. Tapi jangan lupa, unsur tradisionalnya tetap ada,”tutur Eko.
Tingginya antusiasme warga lintas usia ini sejalan dengan visi penyelenggara.
Direktur Utama Parai Beach Resort Teleng Ria Pacitan, Edi Sukamto, menegaskan bahwa festival yang digelar rutin setiap 15 September dan saat peringatan Hari Jadi Pacitan ini bertujuan mengangkat kekayaan desain layang-layang lokal.
“Kami berharap Pacitan semakin berjaya, khususnya di sektor pariwisata agar semakin maju dan dikenal luas, salah satunya melalui festival layang-layang tradisional ini,”kata Edi.











