Pacitanku.com, NAWANGAN – Sebanyak 281 siswa SMAN 1 Nawangan menyuguhkan tari Kethek Ogleng bertajuk “Binraja ing Kamulyan” di pelataran Monumen Jenderal Sudirman, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan pada Kamis (12/2/2026) pagi.
Sebuah persembahan kolosal memperingati Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan yang sekaligus menjadi tumpuan harapan bagi para pedagang kecil di Nawangan.
Acara yang dihadiri Camat Nawangan, Sukarwan ini dimulai pukul 10.30 WIB. Angka 281 penari dipilih secara simbolis untuk menyelaraskan usia kabupaten.
Namun, di balik riuhnya tepukan penonton, pementasan ini adalah panggung bertahan hidup bagi warga seperti Ibu Hariyati, pedagang makanan yang menggantungkan omzetnya pada kerumunan massa.
“Iya, lebih ramai kalau ada acara,” ujar Hariyati singkat sembari melayani pembeli di sekitar lokasi monumen.
Bagi Hariyati dan rekan-rekannya, pementasan seni bukan sekadar pelestarian budaya, melainkan nafas ekonomi.

Ia berharap kegiatan serupa rutin digelar agar pelaku UMKM di kawasan sejarah tersebut tetap mendapatkan pembeli secara berkelanjutan.
Hal senada namun dengan nada lebih getir dirasakan Sartum.
Pedagang yang sudah sepuluh tahun setia menggelar lapak di kawasan Pakis Baru ini mengaku hasil penjualannya pada momentum kali ini belum sesuai ekspektasi.
“Mboten ramai, nggih sakniki ngeten niki (Tidak ramai, ya sekarang seperti ini),” keluh Sartum dalam bahasa Jawa yang lugas.
Meski telah bersiap sejak pukul 10.00 WIB, ia berharap penonton bisa lebih membeludak agar dagangannya lancar terserap.









