Merinding! 281 Siswa ‘Hidupkan’ Monumen Jenderal Soedirman Lewat Tari Kolosal Kethek Ogleng

oleh -221 Dilihat
Sebanyak 281 siswa SMAN 1 Nawangan mengenakan kostum Kethek Ogleng putih duduk di lapangan rumput di depan Monumen Jenderal Soedirman di Pacitan, Jawa Timur. Mereka membentuk formasi di depan tangga hitam besar yang mengarah ke patung Jenderal Soedirman di puncak bukit.
Ratusan siswa SMA Negeri 1 Nawangan mementaskan Tari Kethek Ogleng secara kolosal di kawasan Monumen Jenderal Soedirman, Pacitan, Kamis (12/2/2026). Pagelaran budaya yang melibatkan 281 penari ini diselenggarakan untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281. (Foto: Ceisya Salsabilla Naqiya Calisa)

Pacitanku.com, NAWANGAN – Sebanyak 281 siswa SMA Negeri 1 Nawangan sukses menyuguhkan penampilan memukau melalui pagelaran Tari Kethek Ogleng secara kolosal di kawasan bersejarah Monumen Jenderal Soedirman, Kamis (12/2/2026).

Aksi budaya yang melibatkan ratusan pelajar ini digelar sebagai persembahan spesial menyambut Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281, sekaligus menjadi simbol harapan akan kemuliaan daerah melalui tema besar “Binraja Ing Kamulyan“.

Pemilihan jumlah penari yang tepat di angka 281 orang bukanlah sebuah kebetulan, melainkan filosofi yang diselaraskan dengan usia Kabupaten Pacitan yang akan genap bertambah pada tanggal 19 Februari mendatang.

Sejak dimulai pukul 10.30 WIB, para siswa dari berbagai tingkatan kelas ini tampil kompak membawakan gerakan lincah khas kera putih atau Kethek Ogleng dengan iringan musik gamelan yang dinamis.

Atmosfer di lokasi monumen terasa semakin hidup ketika para penari membentuk formasi angka “281” di penghujung pertunjukan sebagai simbol penghormatan terhadap tanah kelahiran mereka.

Baca juga: Ini Jadwal Lengkap Hari Jadi Pacitan ke-281, Full Semarak Budaya

Camat Nawangan, Sukarwan, yang hadir menyaksikan langsung pagelaran tersebut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pihak sekolah.

Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam merawat tradisi di tengah gempuran budaya asing merupakan langkah nyata yang patut dicontoh.

Menurutnya, semangat para siswa ini membuktikan bahwa kesenian lokal masih memiliki tempat istimewa di hati kaum milenial.

“Saya berterima kasih kepada siswa SMA Negeri 1 Nawangan yang sudah berpartisipasi dan ikut mengisi hari ulang tahun Kabupaten Pacitan. Semoga kegiatan ini bisa menjadi media untuk mengembangkan kreativitas dan menumbuhkan rasa antusiasme untuk terus melestarikan kesenian lokal,”kata Sukarwan.

Senada dengan hal tersebut, Guru Seni Budaya SMA Negeri 1 Nawangan, Riska, menjelaskan bahwa pementasan ini membawa misi edukasi kultural yang kuat.

Sekolah berupaya menanamkan rasa cinta budaya sejak dini agar warisan leluhur Pacitan tidak tergerus oleh zaman. Penampilan kolosal ini menjadi bukti nyata implementasi slogan sekolah mereka sebagai garda terdepan pelestari budaya daerah.

“Sesuai dengan slogan sekolah kita, Sekolah Pelestari Budaya. Saya ingin kegiatan ini membantu memperkenalkan kesenian lokal dan menjaganya agar tidak punah termakan zaman,” tegas Riska.

Pertunjukan di Monumen Jenderal Soedirman ini menjadi salah satu rangkaian pembuka yang menyemarakkan suasana jelang puncak peringatan Hari Jadi Pacitan.

Pemerintah Kabupaten Pacitan sendiri telah menjadwalkan berbagai kegiatan lanjutan lainnya hingga tanggal 19 Februari nanti, dengan harapan momentum ulang tahun daerah ini membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat sesuai makna tema yang diusung.

No More Posts Available.

No more pages to load.