Fatal Jika Disiram Air, Damkar Pacitan Ingatkan Bahaya Padamkan Api Bensin dengan Air

oleh -220 Dilihat
PADAMKAN API. Tim Damkar berupaya memadamkan api yang membakar rumah Kateman, warga Pagutan Arjosari beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Damkar Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kesalahan fatal yang sering dilakukan masyarakat saat menghadapi kebakaran akibat kebocoran bahan bakar minyak atau bensin adalah menyiramkan air, padahal tindakan tersebut justru akan memperluas area kebakaran secara drastis.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pacitan, Sugito menegaskan bahwa api yang bersumber dari cairan mudah terbakar seperti bensin tidak boleh dipadamkan dengan air.

Hal itu dikarenakan sifat minyak yang mengapung di atas air akan membuat api menyebar tak terkendali.

Dalam siniar Kertas Kosong episode 53 yang tayang pada Rabu (28/1/2026), Sugito menjelaskan bahwa metode pemadaman yang tepat untuk kasus kebakaran bensin adalah dengan memutus pasokan oksigen menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Selain APAR, Sugito mengatakan cara lain adalah menggunakan media tradisional seperti pasir. Penggunaan pasir dianggap efektif karena mampu menimbun tumpahan bensin sehingga api tidak merambat ke benda-benda lain di sekitarnya.

Kabid Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, yang mengenakan seragam biru lengkap dengan atribut dan papan nama, sedang duduk bersedekap sambil berbicara di depan mikrofon dalam sebuah sesi wawancara berlatar belakang tirai abu-abu.
BERBAGI KISAH PENYELAMATAN – Kabid Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, saat berbincang dalam siniar Pacitanku TV, Rabu (28/1/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Edukasi ini menjadi krusial mengingat kepanikan warga sering kali mengabaikan prinsip dasar pemadaman api kelas B atau kebakaran akibat cairan yang mudah terbakar,.

Sugito memberikan instruksi tegas mengenai langkah yang harus diambil jika masyarakat menghadapi situasi tersebut.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan alat pemadam sederhana di lingkungan rumah tangga sebagai langkah antisipasi dini sebelum petugas datang.

“Kalau terjadi tolong misalnya yang terbakar itu bensin, itu jangan disiram air. Tapi carikan APAR kalau ada, kalau tidak ada kasih pasir. Jadi pasir, pasir, sehingga bensin tadi tidak ke mana-mana. Nah kita kasih pasir ke situ ke arah yang terbakar itu insyaallah nanti bisa mati dan tidak bisa merembet,”kata Sugito.

Selain teknik pemadaman, Sugito juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan dengan memperhatikan tata letak penyimpanan barang di rumah.

Masyarakat diminta untuk tidak menempatkan barang-barang yang mudah terbakar berdekatan dengan sumber api seperti kompor gas atau instalasi listrik guna meminimalisir risiko terjadinya kebakaran besar

“Jika satu ruangan terbakar, selamatkan barang-barang di ruangan sebelah agar api tidak merambat. Fokuslah membasahi area yang belum terbakar untuk memutus rantai api,”pungkasnya.

Video Aksi Damkar Pacitan: Siaga 24 Jam Lawan Api Hingga Selamatkan Sapi | Siniar Kertas Kosong Eps. 53

No More Posts Available.

No more pages to load.