Pacitanku.com, KEBONAGUNG — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangnongko 1, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, terus berinovasi dalam menanamkan cinta budaya lokal kepada anak didiknya dengan meluncurkan karya batik khas bernama Batik Kanongji.
Kain batik ini merupakan buah karya internal sekolah yang melibatkan kolaborasi langsung antara siswa dan guru, mulai dari proses perancangan hingga pewarnaan, sebagai wujud nyata penguatan pendidikan karakter berbasis keterampilan dan kearifan lokal di lingkungan sekolah.
Pembuatan Batik Kanongji dilakukan melalui praktik membatik dengan teknik tulis atau meneteskan lilin yang melibatkan peran aktif siswa secara langsung.
Dalam kegiatan edukatif ini, para pelajar diperkenalkan secara mendalam mengenai seluk-beluk pembuatan batik sejak tahap paling awal.
Proses panjang tersebut meliputi penguatan warna dasar, perancangan motif dan pembuatan pola, pewarnaan pertama, hingga tahapan krusial seperti penjemuran, pewarnaan ulang, penguatan warna lanjutan, serta tahap akhir berupa perebusan, pencucian, dan penjemuran.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan intensif dari para guru untuk memastikan proses belajar berjalan sesuai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Kepala SDN Karangnongko 1, Munaji, S.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif penciptaan Batik Kanongji ini lahir dari tuntutan Kurikulum 2013 yang mengharuskan siswa memiliki kompetensi keterampilan.
Pihak sekolah kemudian memilih seni membatik sebagai keterampilan utama karena dinilai paling relevan dan mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual serta variatif bagi anak-anak.
“Batik dipilih karena sesuai untuk anak-anak,”kata Munaji menekankan alasan pemilihan kegiatan tersebut.
Lebih dari sekadar melatih keterampilan tangan, kegiatan ini dirancang agar siswa dapat mengenal budaya daerahnya melalui praktik nyata.
Salah satu guru SDN Karangnongko 1, Fitri Rahmawati, S.Pd., mengungkapkan bahwa Batik Kanongji dimanfaatkan sebagai sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif seperti ketekunan, kreativitas, dan kerja sama tim.
Nama Kanongji sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam, diambil dari elemen kata Karang dan Nongko yang merepresentasikan identitas sekolah serta harapan bagi masa depan siswa.
“Batik ini juga menjadi identitas bagi anak-anak melalui filosofi Karang dan Nongko sebagai simbol tunas bangsa,” kata Fitri menjelaskan makna di balik nama batik tersebut.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para siswa selama proses kreatif berlangsung. Melalui goresan canting dan pewarnaan, mereka mulai memahami bahwa selembar kain batik membutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra.
Pihak sekolah berharap kegiatan positif ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian integral dari pembelajaran berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat rasa bangga siswa terhadap warisan budaya Indonesia sejak usia dini.











