Pacitanku.com, NGADIROJO — Langit malam di Dusun Dembo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, tak lagi pekat pada Rabu (31/12/2025) malam.
Ratusan lidah api yang menari-nari dari obor bambu membelah kegelapan, menciptakan pemandangan magis yang menghangatkan suasana pergantian tahun menuju 2026.
Bukan deru knalpot bising atau pesta kembang api yang memekakkan telinga, melainkan barisan cahaya yang membawa pesan damai dalam gelaran bertajuk Festival Obor Santika Warsa yang dipilih warga setempat untuk menutup lembaran tahun.
Istilah Santika Warsa yang diusung dalam festival ini memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni sebuah rapalan doa untuk kedamaian atau Santika di tahun yang baru atau Warsa.
Alih-alih merayakan pergantian tahun dengan konvoi kendaraan atau sekadar tradisi bakar ikan yang umum dilakukan, masyarakat Dembo Kidul memilih berkumpul di lapangan dusun untuk menyaksikan prosesi budaya yang sarat makna.
Puncak keindahan acara terlihat saat pertemuan epik rombongan pembawa obor dari dua arah berbeda yang menyatu di satu titik, dilanjutkan dengan ritual doa bersama dan sedekah bumi sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta.

M. Ali, sosok kreatif di balik inisiatif ini, mengungkapkan bahwa festival ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan perayaan yang lebih positif dan bermakna.
Menurutnya, momentum pergantian tahun bisa menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan kesenian lokal ketimbang hura-hura tanpa arah.
Kegiatan ini dirancang sebagai wujud rasa syukur masyarakat agar ke depan wilayah mereka tetap tenteram, makmur, serta mencapai tatanan kehidupan yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur.
“Ini ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kesenian. Malam tahun baru yang biasanya identik dengan bakar ikan, kini kita kemas dengan berbeda,”kata Ali di sela-sela kemeriahan acara.
Kepala Dusun Dembo Kidul, Samsul Hidayat, turut menjelaskan filosofi obor yang menjadi ikon utama festival ini.
Nyala api obor disimbolkan sebagai cahaya kedamaian yang diharapkan mampu menerangi jalan kehidupan warga dalam menyongsong tahun 2026.
Ia berharap semangat kebersamaan dalam melestarikan tradisi ini tidak padam, selayaknya api obor yang terus menyala membawa kebaikan dan harapan agar seluruh warga menemukan kelancaran rezeki di tahun mendatang.
“Intinya adalah obor kedamaian menyongsong 2026. Semoga semuanya menemukan kedamaian dan kelancaran rezeki di tahun mendatang,”kata Samsul penuh harap.
Semarak malam itu kian lengkap dengan penampilan seni Reog Suro Joyo Taruna dan hiburan musik Dangdut Duta Nada yang menghibur ratusan warga yang hadir.
Kekompakan antara Karang Taruna dan pemerintah dusun ini mendapat apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat Desa Ngadirojo, Aris Yudianto, yang turut hadir membaur bersama warga.
Ia memuji inisiatif positif tersebut dan berharap doa-doa keselamatan yang dipanjatkan bersama dapat membawa berkah bagi seluruh wilayah Ngadirojo di tahun yang baru.










