Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, menyatakan dukungan penuh terhadap masuknya investasi hotel berbintang empat dan lima di wilayahnya.
Langkah strategis ini dinilai sebagai momentum penting transformasi Kabupaten Pacitan menuju daerah modern yang siap menangkap peluang ekonomi global, khususnya dari sektor pariwisata internasional.
Dukungan tersebut disampaikan Arif merespons dimulainya pembangunan Goed President Hotel yang merupakan gagasan langsung dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam pandangan Arif, kehadiran hotel berstandar internasional merupakan kebutuhan mendesak mengingat tingginya intensitas kegiatan berskala nasional yang sering dibawa SBY ke kampung halamannya.
Ia mengungkapkan bahwa frekuensi acara seperti bimbingan teknis partai hingga kegiatan retreat bisa berlangsung hingga delapan kali dalam setahun, belum termasuk kunjungan tamu-tamu kenegaraan dan internasional.
Oleh karena itu, investasi infrastruktur penunjang pariwisata menjadi kunci untuk mengakomodasi potensi tersebut.
“Kita menyambut baik karena ini ide gagasan dari Pak SBY. Investasi ini bisa menarik wisatawan mancanegara. Faktanya, kegiatan Bimtek Partai Demokrat dari tingkat kabupaten hingga pusat, serta kegiatan retreat, bisa dilaksanakan sampai delapan kali setahun di Pacitan. Belum lagi tamu-tamu internasional yang dibawa beliau,”kata Arif Setia Budi saat diwawancarai dalam siniar Kertas Kosong di saluran YouTube Pacitanku TV, dikutip pada Minggu (21/12/2025) di Pacitan.

Sebagai informasi, peletakan batu pertama proyek Goed President Hotel telah dilaksanakan pada Sabtu (29/11/2025).
Hotel yang diproyeksikan menelan investasi sebesar Rp100 hingga Rp150 miliar ini direncanakan memiliki empat lantai dengan kapasitas sekitar 100 kamar yang terdiri dari tiga tipe berbeda.
Fasilitas yang ditawarkan pun sangat lengkap, mulai dari tiga ruang pertemuan berteknologi tinggi, kolam renang, restoran, bar, kafe, hingga sky lounge yang menawarkan panorama laut selatan.
Hotel yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027 ini juga akan menyediakan program residensi seni sebagai salah satu fasilitas unggulannya.
Kendati mendukung penuh modernisasi, Arif memberikan catatan khusus mengenai pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan mentalitas masyarakat.
Ia menekankan bahwa transformasi menuju kota modern tidak boleh menggerus jati diri dan budaya masyarakat Pacitan.
Masyarakat diminta untuk bersikap terbuka dan ramah terhadap perubahan, namun tetap memegang teguh nilai-nilai kesantunan sebagai orang Jawa.
“Kita ini bertransformasi menjadi modern, tapi tidak boleh meninggalkan kearifan lokal. Jangan sampai kita menjadi seperti negara Eropa yang modern tapi kearifan lokalnya hilang. Seni budaya harus dipertahankan karena itu ciri khas kita, apalagi di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri,”tutur legislator Partai Demokrat ini.
Menjawab kekhawatiran mengenai potensi benturan budaya akibat masuknya wisatawan mancanegara, politisi tersebut memastikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan upaya edukasi dan pelatihan secara bertahap.
Langkah ini bertujuan mencetak SDM yang mumpuni dalam memberikan pelayanan publik prima, namun tetap memiliki filter budaya yang kuat.
Arif optimistis bahwa jika solidaritas masyarakat terjaga, kehadiran investor justru akan menguatkan ekonomi warga lokal, terutama mereka yang berada di lingkaran destinasi wisata.
“Kita tidak boleh membiarkan budaya kita terjajah, maka edukasi dan pelatihan terus diadakan agar masyarakat punya kualitas SDM yang bagus dalam menerima tamu. Jika hubungan solidaritas masyarakat kuat, kedatangan investor justru akan menguatkan ekonomi warga, terutama di lingkup tempat wisata. Kita tidak boleh kehilangan peluang ini,”pungkasnya.
Video Ketua DPRD Pacitan Bicara Bencana, Investasi & Nasib Anak Muda – Podcast Kertas Kosong Eps. 49












