Pondasi Dam Jembatan di Ngadirojo Pacitan Jebol, Akses Warga dan Irigasi Pertanian Lumpuh

oleh -338 Dilihat
TERGERUS AIR: Kondisi pondasi dam jembatan di Desa Bogoharjo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, yang jebol hingga membentuk lubang besar akibat tergerus aliran sungai, Selasa (16/12/2025). Kerusakan infrastruktur ini menyebabkan akses vital antar desa terputus total dan pasokan irigasi pertanian terhenti. (Foto: Rahmanda Arya/Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Akses vital penghubung antar desa di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, terputus setelah pondasi dam jembatan di Desa Bogoharjo jebol tergerus aliran sungai pada Selasa (16/12/2025).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB tersebut mengakibatkan jembatan ditutup total dan mengancam pasokan air untuk lahan pertanian warga.

Kerusakan infrastruktur ini bermula ketika aliran deras sungai terus mengikis bagian pondasi jembatan hingga ambrol dan membentuk lubang besar.

Kondisi ini diperparah dengan struktur besi penyangga di atas pondasi yang sudah mengalami korosi dan keropos termakan usia.

Akibatnya, aliran air yang seharusnya mengalir normal kini terpusat masuk ke titik kerusakan, sehingga mempercepat proses pengikisan dan membahayakan konstruksi jembatan secara keseluruhan.

Jebolnya pondasi ini berdampak langsung pada mobilitas warga. Jembatan tersebut merupakan akses terdekat dan jalur utama bagi masyarakat Desa Wonodadi Wetan dan Desa Cokrokembang menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pertanian.

Demi mencegah jatuhnya korban jiwa akibat potensi kerusakan susulan, warga setempat secara swadaya menutup total akses jalan tersebut dan saling mengingatkan pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif.

Selain melumpuhkan transportasi, kerusakan ini membawa ancaman serius bagi sektor pertanian.

Air sungai yang biasanya mengairi sawah kini surut drastis karena alirannya berbelok masuk ke lubang pondasi yang jebol, sehingga distribusi air ke saluran irigasi terhenti total.

Hal ini memicu kekhawatiran para petani yang saat ini sedang memasuki masa tanam karena berpotensi menurunkan produktivitas hingga gagal panen jika tidak segera ditangani.

Salah satu warga setempat, Dhiky Ary W mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sebelum peristiwa jebolnya dam terjadi.

Menurutnya, pengikisan pada pondasi sudah tampak namun belum mendapatkan penanganan hingga akhirnya tidak kuat menahan debit air yang meningkat.

“Sebelum jebol, pondasinya sudah berlubang dan tergerus air, tapi belum ada perbaikan. Saat debit air sungai meningkat, akhirnya pondasi tidak kuat dan ambrol,”kata Dhiky, Selasa (16/12/2025) di Ngadirojo.

Hingga Selasa sore, belum terlihat adanya penanganan darurat dari pihak terkait di lokasi kejadian. Masyarakat Desa Bogoharjo, Desa Cokrokembang, dan Desa Wonodadi Wetan sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pacitan segera turun tangan melakukan peninjauan dan perbaikan, baik yang bersifat darurat maupun permanen.

“Langkah cepat pemerintah krusial untuk memulihkan akses mobilitas warga serta menyelamatkan musim tanam petani di wilayah tersebut,”katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.