Pacitanku.com, MALANG – Sepuluh pemuda terbaik dari Kabupaten Pacitan, yang mewakili beragam organisasi kepemudaan, turut serta dalam ajang Pencanangan Patriot Integritas Muda (PIM) Jawa Timur 2025 di Kota Malang pada 29–30 Oktober.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Inspektorat Provinsi Jawa Timur ini bertujuan untuk memperkuat gerakan antikorupsi di kalangan generasi muda, dan mencatat nama Yoga Pratama Putra dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berhasil lolos ke dalam jajaran 40 pemuda berintegritas terbaik.
Adapun sepuluh pemuda yang mewakili Kabupaten Pacitan datang dari berbagai latar belakang organisasi, meliputi Devi Indi Astuti (Nasyi’atul ‘Aisyiyah), Eki Marga Rama (Pemuda Muhammadiyah), Nabila Rayhan Putri (Purna Paskibraka Indonesia), Nur Azizah (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba), Sunardi (PMII), Muhamat Tajudin Toha (PC IPNU), Dewi Mutmainah (PD IPM), Nur Hidayah (Fatayat NU), Yoga Pratama Putra (GMNI), dan Deny Ardana Habi Kusuma (Pemuda Muslimin Indonesia).
Yoga Pratama Putra menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Pacitan yang berhasil lolos ke tahap pengukuhan 40 pemuda terbaik.
Pengukuhan ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur pada hari terakhir kegiatan di Ballroom Hotel Grand Mercure, Kota Malang.
Kegiatan selama dua hari yang mengusung tema “Dari Jawa Timur untuk Indonesia: Gerakan Integritas Pemuda” ini diikuti oleh ratusan pemuda dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi, komunitas, hingga karang taruna yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap isu antikorupsi.
Inspektur Provinsi Jawa Timur, Ir. Hendro, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Ia menyebut pemuda sebagai ujung tombak dalam melawan kejahatan luar biasa ini.
“Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Inspektorat memiliki hak dan kewajiban untuk memberantasnya, namun kami memiliki keterbatasan. Itulah mengapa PIM ini kami adakan. Kami butuh teman-teman semua untuk menjadi penerjemah, pencerah, dan pengingat apabila ada tanda-tanda korupsi,” ujar Ir. Hendro.
Ir. Hendro juga berpesan kepada peserta agar peran mereka tidak berhenti setelah kegiatan. Mereka diharapkan mampu memberikan penyuluhan kepada seluruh elemen masyarakat tentang bahaya korupsi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat melahirkan agen-agen perubahan (agent of change) yang menjadi teladan dan penggerak kampanye antikorupsi di lingkungan masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas organisasi kepemudaan.
“Setelah menjadi Patriot Integritas Muda, apa yang kiranya bisa kalian lakukan? Kami Pemprov berharap kalian mampu memberikan penyuluhan kepada seluruh elemen masyarakat tentang bahaya korupsi, dan berperan aktif terhadap setiap kejadian yang berhubungan dengan korupsi,”katanya.











