Wamenkomdigi Ajak Pengelola Media Lokal Kedepankan Good Journalism di Tengah Derasnya Teknologi AI

oleh -129 Dilihat
Wamenkomdigi Nezar Patria (berdiri) menyoroti tantangan AI di Local Media Summit (LMS) 2025 di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Ia mengingatkan media lokal untuk menjaga empati dan nurani, serta menjadikan AI sebagai mitra produksi agar jurnalisme kritis tidak tergerus. (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku)

Pacitanku.com, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyoroti peran strategis media lokal di Indonesia di tengah derasnya arus adopsi teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Hal ini disampaikan Nezar Patria dalam sambutannya pada Local Media Summit (LMS) edisi ke-4, yang mengumpulkan lebih dari 100 perwakilan media lokal se-Indonesia pada Selasa (7/10/2025) di Hotel JW Marriott Jakarta.

Wamenkomdigi menyatakan kekagumannya terhadap jumlah media di Indonesia yang mencapai ratusan ribu, dan sebagaian di antaranya adalah media lokal.

Ia mengakui bahwa kebiasaan membaca media lokal memberinya gambaran yang kaya tentang isu-isu di tingkat lokal. Namun, pergeseran ke media digital membawa tantangan serius, khususnya terkait penggunaan AI.

Baca juga: Konsisten Gaungkan Potensi Lokal, Pacitanku Sabet Penghargaan Local Media Summit 2024

Nezar Patria memperingatkan tentang dampak jangka panjang AI, yaitu potensi penurunan berpikir kritis (critical thinking) pada jurnalis.

“Kalau critical thinking ini tergerus, ini menjadi satu bahaya serius,”kata Nezar Patria.

Atas hal itu, Nezar lantas mengharapkan pengelola media lokal mengedepankan good journalism dalam produk jurnalistiknya. Ia menegaskan bahwa esensi dari good journalism adalah critical thinking, skill, dan ethics.

Menanggapi hal ini, Wamenkomdigi mengapresiasi respons cepat Dewan Pers yang telah merangkum panduan penggunaan AI. Panduan tersebut menekankan pentingnya sikap transparan, etis, dan bertanggung jawab dalam setiap penggunaan AI.

“Jadikan AI ini sebagai partner dalam proses produksi, dan kita bukan diatur oleh AI,” imbuhnya.

Menutup paparannya, Nezar Patria mengingatkan kembali esensi profesi jurnalis yang tidak dimiliki mesin.

“Fungsi berita menunjukkan realitas, sesuatu yang tidak dimiliki mesin, yakni empati, nurani,” tegasnya.

LMS 2025, yang mengusung tema “Digital Media Sustainability”, menjadi ajang bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat jaringan dan membangun kolaborasi dalam menghadapi era digital.

No More Posts Available.

No more pages to load.