Polisi Cek Jasad di Jurang: Ciri-ciri Pakaian Mirip Pelaku Pembacokan Sadis

oleh -4779 Dilihat
CIRI-CIRI BAJU SAMA. Misteri pelaku pembacokan sadis di Pacitan mulai terkuak. Jasad pria yang diduga kuat adalah tersangka AS ditemukan di jurang Desa Temon, Kamis (25/9/2025). Polisi kini menunggu hasil otopsi untuk memastikan identitas dan penyebab kematian, di tengah dugaan sementara bunuh diri. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Teka-teki keberadaan pelaku pembacokan sadis yang menggegerkan Pacitan, AS (45) alias Wawan, mulai terkuak setelah warga menemukan sesosok mayat di bawah jurang Desa Temon, Kecamatan Arjosari, pada Kamis (25/9/2025) siang.

Penemuan jasad ini terjadi pada hari kelima pencarian, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian perkara (TKP).

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, saat ditemui awak media di kamar jenazah RSUD dr Darsono Pacitan menjelaskan bahwa tim gabungan berhasil membawa mayat tersebut ke RSUD dr. Darsono untuk dilakukan otopsi dalam waktu kurang lebih satu jam.

Baca juga: Ditemukan Jasad Membusuk Dekat TKP Pembacokan di Pacitan, Polisi Imbau Warga Tunggu Hasil Otopsi

Hasil identifikasi menguatkan dugaan bahwa mayat tersebut adalah tersangka pembunuhan, yakni Arif Setiawan (45) alias Wawan.

Identifikasi didukung oleh beberapa temuan, termasuk pengakuan anak pelaku, Dafa Bima Arif Pratama, yang mengidentifikasi pakaian atau celana terakhir yang digunakan ayahnya.

Jasad pria yang diduga pelaku pembunuhan di Pacitan ditemukan setelah lima hari pencarian. Kapolres AKBP Ayub Diponegoro Azhar meminta masyarakat bersabar menunggu hasil otopsi di rumah sakit, meskipun ciri-ciri pakaian dan fisik menguatkan dugaan itu adalah tersangka. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku)

Selain itu, ditemukan pula ciri fisik khusus berupa tahi lalat, dan bekas jahitan pada tubuh jasad, yang merupakan ciri khas tersangka.

Kapolres juga menyebut adanya indikasi kuat jasad yang ditemukan tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

“Ditemukan bekas sayatan yang sangat terlihat jelas di pergelangan tangan sebelah kiri, dengan perbedaan mencolok dari tangan kanan dan adanya celah luka sekitar 1 hingga 2 sentimeter,”ujarnya.

Kapolres menambahkan bahwa dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, namun masih menunggu hasil otopsi yang lebih valid.

Mengingat kondisi mayat ditemukan tidak utuh dan sudah membusuk, diperkirakan jasad meninggal sekitar lima hari sejak kejadian.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto-foto mayat yang beredar dan diminta tetap tenang.

“Kami menunggu hasil otopsi di rumah sakit,”pungkas Kapolres Ayub.

Aparat keamanan juga menyampaikan terima kasih atas gotong royong dan kekompakan seluruh pihak—TNI, Polri, Kecamatan, Desa, dan masyarakat sukarela—yang telah membantu proses pencarian dari awal hingga ditemukannya jasad yang diduga tersangka.

No More Posts Available.

No more pages to load.