Wabup Pacitan Sebut Embung Tremas Bukan Hanya Penampung Air, tapi Juga Solusi Musim Kemarau

oleh -178 Dilihat
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, hadir pada peresmian Embung Tremas di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Rabu (3/9/2025). Menurutnya, embung ini bukan sekadar penampung air, melainkan "harapan baru bagi warga dalam menjaga pertanian dan menghadapi musim kemarau." (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, menyebut peresmian Embung Tremas di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, bukan hanya sekadar peresmian penampung air.

Menurutnya, proyek ini merupakan harapan baru bagi warga untuk menjaga sektor pertanian dan menghadapi musim kemarau. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri acara peresmian yang berlangsung pada Rabu (3/9/2025).

“Embung ini bukan hanya penampung air, tetapi juga harapan baru bagi warga dalam menjaga pertanian dan menghadapi musim kemarau,”ujar Gagarin, dalam unggahannya di media sosial.

Pernyataan tersebut menyoroti arti penting Embung Tremas bagi masyarakat setempat yang selama ini menghadapi tantangan ketersediaan air.

Pembangunan embung di atas Bukit Pageran ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan air.

Di samping itu, acara peresmian ini juga menandai peluncuran program pengelolaan sampah organik yang sejalan dengan inisiatif utama.

Baca juga: Kolaborasi Multi-Pihak Hadirkan Embung dan Solusi Sampah, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tremas Pacitan

Program kolaborasi antara The Coca-Cola Foundation, Yayasan Obor Tani (YOT), dan BenihBaik.com ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan teknologi sederhana.

“Bersamaan dengan itu, diluncurkan pula program pengelolaan sampah organik. Dengan teknologi sederhana, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk dan pakan ternak, memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat,”tambah Gagarin.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dan para mitra dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, juga menyampaikan apresiasinya dan melihat proyek ini sebagai katalis perubahan yang dapat membuka peluang ekonomi baru bagi Desa Tremas.

Embung Tremas diharapkan dapat menjadi destinasi agrowisata dan ekowisata, sementara program pengelolaan sampah organik dapat memberikan manfaat ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi ini tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga membangun model pemberdayaan masyarakat yang kuat.

No More Posts Available.

No more pages to load.