Kolaborasi Multi-Pihak Hadirkan Embung dan Solusi Sampah, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tremas Pacitan

oleh -174 Dilihat
Kolaborasi apik antara The Coca-Cola Foundation, Yayasan Obor Tani, dan BenihBaik.com menghadirkan solusi untuk masyarakat Tremas, Pacitan. Melalui pembangunan Embung Tremas dan pengelolaan sampah organik, mereka tidak hanya mengatasi masalah air dan lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. (Foto: Julian Tondo)

Pacitanku.com, ARJOSARI — The Coca-Cola Foundation, bersama Yayasan Obor Tani (YOT) dan BenihBaik.com, meresmikan program kolaborasi unggulan di Tremas, Arjosari, Pacitan, pada Rabu, 3 September 2025.

Program ini mencakup peresmian fasilitas konservasi air Embung Tremas untuk mengatasi kelangkaan air bagi petani dan peluncuran solusi pengelolaan sampah organik untuk mendorong ketahanan ekonomi dan lingkungan masyarakat setempat.

Triyono Prijosoesilo, Ketua Coca-Cola Foundation Indonesia, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaannya dalam menghadirkan solusi berkelanjutan yang memberikan dampak positif.

“Kami memperkenalkan teknologi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat dengan keterampilan dan peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Embung Tremas, yang didanai oleh The Coca-Cola Foundation, dirancang untuk menyediakan pasokan air stabil bagi kebutuhan irigasi, yang dapat membantu petani meningkatkan produktivitas serta mengurangi dampak perubahan iklim.

Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo, menyebut air sebagai fondasi kehidupan.

“Dengan menghadirkan sumber air yang andal, kami tidak hanya mendukung pertanian, tetapi juga membangun komunitas Tremas yang lebih tangguh,” tegasnya.

Melengkapi fasilitas embung, Coca-Cola Foundation Indonesia dan BenihBaik.com meluncurkan solusi inovatif pengelolaan sampah organik.

Pendekatan ini mengubah sampah rumah tangga menjadi protein bernilai tinggi untuk pakan ternak dan pupuk organik untuk pertanian.

CEO BenihBaik.com, Andy F. Noya, menyebut proyek ini sebagai cara inovatif untuk mengatasi isu lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung.

Dua inisiatif ini, yang juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan, membentuk model pembangunan masyarakat yang kuat.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut.

Menurutnya, Embung Tremas dan sistem pengelolaan sampah bukan sekadar infrastruktur, melainkan katalis perubahan yang membuka peluang ekonomi baru dan berpotensi menjadikan Tremas sebagai destinasi agrowisata dan ekowisata di masa depan.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan target lingkungan nasional, khususnya Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang pengurangan dan pengelolaan sampah menuju 2025.

No More Posts Available.

No more pages to load.