KKN UNS Berdayakan Peternak Desa Glinggangan Pacitan dengan Teknologi dan Pakan Lokal

oleh -172 Dilihat
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 246 berikan pelatihan dan demonstrasi penggunaan mesin pencacah rumput kepada peternak di Desa Glinggangan, Surakarta (6/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan peternak melalui inovasi teknologi dan pemanfaatan pakan lokal. (Foto: Dok. istimewa)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 246 berhasil memberdayakan peternak di Desa Glinggangan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan melalui inovasi teknologi dan pelatihan pengelolaan ternak berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025, ini bertujuan meningkatkan kemandirian peternak dengan memperkenalkan mesin pencacah rumput, pemanfaatan pakan lokal, dan manajemen kesehatan ternak berbahan alami.

Acara yang bertempat di Pendopo Puncak Gunung Manggis ini diikuti oleh para peternak setempat.

Berkolaborasi antara mahasiswa dari program studi Peternakan dan Pendidikan Teknik Mesin, mereka mengadakan sosialisasi dan lokakarya bertema “Meningkatkan Kemandirian Peternak Melalui Inovasi Teknologi, Pemanfaatan Pakan Lokal, dan Pelatihan Pengelolaan Ternak yang Berkelanjutan.”

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah demonstrasi mesin pencacah rumput dengan konfigurasi empat dan enam mata pisau.

Inovasi untuk peternak! Mahasiswa KKN UNS Kelompok 246 kenalkan mesin pencacah rumput dan edukasi pakan fermentasi berbahan lokal kepada peternak di Desa Glinggangan. Harapannya, pengetahuan ini dapat memperkuat sektor peternakan sebagai potensi utama desa.

Alat ini dirancang untuk mempersingkat waktu persiapan pakan, sehingga peternak dapat mengolah pakan dalam jumlah besar secara lebih efisien.

Selain demonstrasi, para peternak juga mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara mengoperasikan dan merawat mesin.

“Dengan mesin ini, para peternak tidak lagi kesulitan dalam mempersiapkan pakan. Mereka dapat memproduksi pakan berkualitas tinggi dengan lebih cepat dan mandiri,”kata salah satu perwakilan mahasiswa KKN.

Selain itu, Kelompok KKN 246 UNS juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alami untuk kesehatan ternak.

Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan peternak pada obat-obatan kimia dengan menggunakan ramuan herbal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Para peternak juga dilatih membuat pakan fermentasi dari hijauan lokal seperti rumput gajah, jerami, atau dedaunan.

Selama kegiatan, peserta diajak melakukan praktik langsung, mulai dari penggunaan mesin pencacah rumput hingga proses pembuatan pakan fermentasi.

KKN UNS Kelompok 246 membantu peternak Desa Glinggangan meningkatkan kemandirian dengan mengenalkan teknologi mesin pencacah rumput dan pelatihan pembuatan pakan fermentasi. Acara yang digelar di Pendopo Puncak Gunung Manggis ini bertujuan mengoptimalkan potensi peternakan lokal. (Foto: Dok. Istimewa)

Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan memungkinkan peternak mengaplikasikan langsung ilmu yang didapat.

Melalui program-program ini, Kelompok KKN UNS 246 berharap dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi para peternak di Desa Glinggangan.

Peningkatan kapasitas peternak ini diharapkan mampu memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu potensi utama desa.

Selain itu, penggunaan teknologi tepat guna yang diperkenalkan diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan usaha peternakan di daerah lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.