Pacitanku.com, NGADIROJO – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan menjadi sorotan utama dalam parade Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ngadirojo, Rabu (13/8/2025).
Dengan mengusung tema “Sepayung Rasa”, SMAN 1 Ngadirojo menampilkan pertunjukan yang penuh makna, melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga komite.
Baca juga: Merajut Persatuan Lewat Parade Pelajar di Ngadirojo Pacitan
Koordinator parade SMAN 1 Ngadirojo, Suliono, menjelaskan filosofi di balik tema unik ini.
“Sepayung rasa memiliki makna menyatukan rasa dan hati untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi,” ujarnya.
Tema ini juga melambangkan tekad sekolah untuk terus berkarya dan berprestasi dalam kondisi apa pun, baik suka maupun duka.
Dalam parade ini, seluruh peserta tampil serasi, mengenakan payung yang warnanya senada dengan pakaian mereka.
Tampilan ini tidak hanya memperindah visual, tetapi juga memperkuat makna kebersamaan yang diusung.
“Kalau yang lain bisa, SMAN 1 Ngadirojo lebih bisa,” tegas Suliono, yang menekankan prinsip sekolah yang unggul.
Keunikan yang ditonjolkan adalah kreativitas para siswa dan guru yang berkolaborasi menciptakan properti luar biasa. Persiapan yang dilakukan selama dua minggu membuahkan hasil yang memukau.
Antusiasme luar biasa terlihat dari seluruh warga sekolah. Awalnya, panitia hanya akan melibatkan beberapa siswa.
Namun, antusiasme yang begitu besar membuat hampir seluruh siswa, sejumlah 869 orang, bersama 66 guru dan tenaga kependidikan (GTK) ingin turut serta.
Partisipasi masif ini juga didukung penuh oleh komite sekolah, menunjukkan kolaborasi erat antara sekolah dan masyarakat.
Meskipun persiapan harus berhadapan dengan padatnya jadwal, Suliono mengaku tidak ada kendala berarti.
“Kami harus menyamakan persepsi dan melepaskan ego masing-masing untuk menunjukkan sebuah kegiatan parade yang baik dan sukses,” katanya.
Kepala Sekolah, Budi Suryanto, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi seluruh elemen sekolah, yang ia sebut sebagai “kekuatan penuh.”
Totalitas ini, menurutnya, adalah buah dari budaya kebersamaan dan kekeluargaan yang terus dipupuk di sekolah.
“Ini menjadi ciri khas dari SMAN 1 Ngadirojo. Kami mengutamakan kebersamaan dan kekeluargaan sehingga seluruh warga merasa ‘handarbeni’ (memiliki),” jelas Budi.
Komunikasi yang terjalin baik membuat setiap kegiatan, termasuk parade ini, mendapat dukungan penuh dari orang tua melalui komite sekolah.
Budi berharap parade ini dapat terus menjadi agenda tahunan Kecamatan Ngadirojo. Ia melihatnya sebagai ajang penting bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas.
SMAN 1 Ngadirojo juga berencana mengadakan karnaval dalam rangka HUT sekolah pada bulan Oktober mendatang.









