Kaleidoskop DPRD Pacitan 2023: Wanti-Wanti Panitia Lelang Soal Kejadian Putus Kontrak Proyek Gedung RSUD

oleh -48 Dilihat
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Pada bulan Juni 2023 lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono mewanti-wanti panitia lelang untuk benar-benar teliti dan bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya terkait proses lelang proyek di daerah.

Hal itu disampaikan Ronny setelah melihat kejadian putus kontrak dua kali dengan rekanan pelaksana dalam proyek pembangunan dua paket gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Darsono Pacitan.

Sebelumnya, kontrak dengan penyedia jasa konstruksi CV Cipta Inti Manunggal diputus karena wanprestasi. Sebab, rekanan tersebut tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu yang ditentukan. Yakni, pertengahan November 2022 lalu. Akibatnya, dua gedung yang mestinya bisa dimanfaatkan awal 2023 ini gagal terwujud.

“Harapan kita dari panitia lelang memang benar-benar teliti dan juga benar-benar melaksanakan tugas sebaik-baiknya, dan juga jangan takut apabila dalam lelang tersebut ada hal-hal yang meragukan,”kata Ronny Wahyono, saat dikonfirmasi awak media, Senin (19/6/2023) di Pacitan.

Lebih lanjut, legislator Partai Demokrat (PD) ini mengungkapkan panitia lelang jangan berpatokan bahwa lelang dengan harga rendah tersebut berkualitas. Tetapi, kata dia, harus dilihat dulu kelayakan dari penyedia jasa tersebut.

“Kira-kira mampu tidak (penyedia jasa), jangan nanti dia menawarkan rendah tapi ternyata tidak punya kemampuan untuk melaksanakan tersebut, jadi orang ngenyang (menawar, red) tapi kok kemampuannya tidak terlaksana, pada ujungnya akan merugikan masyarakat harus diteliti dulu, harus diperiksa dulu,”jelasnya.

Hal-hal yang harus diteliti, kata Ronny, bisa dari sisi harga, kelayakan, peralatan, SDM dan sebagainya. Termasuk apakah memiliki track record yang baik dan seterusnya.

“Artinya jangan terus berpatokan terendah pasti menang, jangan, tapi bener-bener dilihat dulu kan kita tidak ingin jangan sampai terjadi ini tidak sampai putus kontrak apa sampai putus kontrak tidak selesai pekerjaan,”jelasnya.

Ronny juga merekomendasikan panitia lelang RSUD dr Darsono Pacitan bisa melaksanakan lelang sesuai aturan.

“Jika memang masih ragu-ragu, DPRD Pacitan siap mendukung agar pelaksanan lelang ini benar-benar bisa menghasilkan hal yang bermanfaat untuk masyarakat,”pungkasnya.

Sebagai informasi, progress pembangunan dua gedung di RSUD dr Darsono Pacitan belum tuntas. Gedung Flamboyan progresnya sekitar 75 persen. Sedangkan gedung Bougenvile 35 persen.

Hingga saat ini, kelanjutan proyek prioritas yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tersebut masih tahap lelang di unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ).

Gedung yang masing-masing berlantai tiga tersebut ditarget selesai akhir tahun ini. Gedung 5 (lamboyan) untuk pelayanan stroke, syaraf, neonatal intensive care unit (NICU) dan ruang intensif khusus anak-anak. Sedangkan gedung 6 (Bougenvile) digunakan sebagai ruang obstetri dan ginokology (obgy) serta ruang penyakit dalam, anak-anak, dan ibu melahirkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.