Bangun Jalur Baru di Tanjakan Mloko, Pemkab Pacitan Inginkan Jalan Lebih Landai 

oleh -Dibaca 1,633 kali
JALUR BARU. Pemkab Pacitan membangun jalur baru di tanjakan Mloko, Desa Sedeng, Pacitan. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memutuskan untuk melakukan pemindahan jalur baru di ruas tanjakan Mloko, Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.

Baca juga: Dinas PUPR Pacitan Upayakan Penutupan Jalan Alternatif Pacitan-Pringkuku via Sedeng Hanya Dua Minggu

Sebelumnya, tanjakan Mloko memang masuk jalur tengkorak yang beberapa kali terjadi kecelakaan di jalur tersebut.

Selain rawan laka, jalan lama sisi barat di tanjakan Mloko memang cukup labil, mengingat beberapa kali mengalami penurunan tanah dan pecah aspal, padahal sudah dilakukan beberapa kali perbaikan.

Sehingga, pemindahan ruas jalur baru itu dilakukan agar tanjakan menjadi lebih landai dibanding tanjakan sebelumnya.

Proyek pemindahan jalur tersebut dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 4,9 miliar dengan pelaksana proyek adalah CV Permata dengan kontrak hingga bulan Oktober 2022.

Guna memudahkan pengerjaan proyek tersebut, ruas jalur Bangunsari (Pacitan) menuju Ngadirejan (Pringkuku) ditutup sejak Senin (22/8/2022) hingga kurun waktu dua pekan kedepan.

Kepala Dinas PUPR Pacitan Suparlan saat dikonfirmasi awak media pada Senin (22/8/2022) di lokasi proyek pemindahan jalur di tanjakan Mloko, Desa Sedeng, Pacitan mengatakan jalur alternatif Pringkuku-Pacitan melalui Desa Bangunsari, Desa Sedeng dan Desa Ngadirejan itu memang jalur ramai dan padat.

“Kita tahu sendiri ya lalu lintas di ruas ini sangat padat, karena memang pendek jaraknya sangat efektif dibanding dengan jalan nasional (melalui Desa Dadapan Pringkuku),”kata pria yang akrab disapa Parlan ini.

Lebih lanjut, Parlan mengungkapkan saat ini proyek yang dikerjakan adalah dalam upaya pengalihan jalan dari jalan lama di sebelah barat dialihkan ke sebalah timur.

“Posisi di Pacitan ini kan tanjakan dan tikungannya itu kan besar, kita ingin memperbaiki alinyemen vertikal atau penampang memanjang vertikal dan alinyemen horizontal jalan di tanjakan Mloko ini,”tandas dia.

Selain itu, Parlan mengungkapkan alasan lainnya adalah kondisi jalan lama yang labil sehingga pihaknya memutuskan melakukan pemindahan jalur.

“Yang melatarbelakangi adalah kondisi jalan di existing (sebelah barat) itu labil, kemudian kita alihkan ke sebelah timur ini kemarin kan panjangnya sekitar 400 meter, namun ini hanya bagian saja, nanti ada upaya aspalnya juga di overlay di titik-titik yang mengalami kerusakan itu,”jelasnya.

Meski demikian, Parlan mengatakan jalan lama masih akan digunakan selama tidak mengalami penurunan tanah atau ambles.

“Ya nanti ketika existing jalan lama tidak ambles ya kita masih gunakan, tetapi kalau jalan lama itu ambles, nanti kita full di jalan baru (sisi timur yang sedang dibangun),”tandas dia.

Proyek pemindahan ini, kata Parlan merupakan proyek pertama. Sebab, kata dia, masih ada tahapan pengaspalan jalan baru setelah jalan diujicobakan.

“Ini belum selesai, sampai dengan tahap pertama nanti kita buka, kita coba nanti ada perubahan ndak, setelah itu kalau nanti (kualitas) mantap, baru kita aspal tahun depan, untuk pematangan tanah tidak butuh lama waktunya, cuma kita ingin test dengan dibebani lalu lintas terbuka itu ada perubahan enggak,”jelas dia.

Ujungnya, kata Parlan, adalah kenyamanan pengendara dan juga mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

“Seperti kita ketahui existing jalan lama ini 24 persen, kita rubah di jalan baru jadi 16 persen, Insyaallah (jalannya) lebih enak, dan kita bertahap memperbaiki di beberapa titik, seperti di tanjakan Mbah Sastro (tanjakan pertama di Desa Sedeng) lumayan kan, juga ujung-ujungnya menekan angka laka,”ungkap dia.

“Ini kan pemakaiannya (kedepan kalau sudah jadi) untuk sekian ratus tahun kedepan, kita ingin supaya jalan-jalan kita dari tanjakan lebih terukur dan tikungan teratur,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.