Pemkab Pacitan Minta Peternak Waspada Penyakit Mulut dan Kuku

oleh -Dibaca 478 kali
PERIKSA TERNAK. Petugas dari Pemkab Pacitan memeriksa ternak di kawasan Pasar Pon Pacitan pada Kamis (12/5/2022). (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamuji meminta peternak untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dalam rangka mencegah kerugian secara ekonomi.

“Saat ini di Pacitan belum ditemukan kasus PMK pada ternak, namun kita sampaikan kepada masyarakat secara umum, di Jatim memang terjadi wabah penyakit mulut dan kuku pada ternak, sudah ada beberapa kejadian di Jatim, dan di Pacitan sedang meningkatkan kewaspadaan,”kata Pamuji saat dikonfirmasi awak media di Pasar hewan Pacitan pada Kamis (12/5/2022).

Lebih lanjut, Pamuji mengatakan sejumlah upaya telah dan terus dilakukan jajarannya untuk mencegah PMK pada ternak ini masuk ke Pacitan.

“Dinas Ketahanan Pangan Pacitan memohon dan meminta dukungan dari Polres dan Kodim Pacitan untuk memantau dan mengendalikan jangan sampai terjadi di Kabupaten Pacitan,”tandasnya.

Selain itu, Pamuji berpesan kepada masyarakat untuk tetap tenang, tetap beternak seperti biasa, dengan meningkatkan upaya untuk memantau kondisi ternaknya.

“Yang pertama, kalau ada ternak yang tidak sehat dipisahkan dari kandang dan dilaporkan kepada petugas, yang kedua selama masih ada wabah ini, diupayakan membatasi ternak masuk ke Pacitan, apapun jenis ternaknya, karena PMK ini bisa terjadi pada berbagai jenis ternak, diupayakan membatasi, syukur kalau tidak,”jelas Pamuji.

Pihaknya, imbuh Pamuji, juga akan meningkatkan langkah dan upaya pencegahan PMK ini masuk ke Pacitan sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP), tergantung hasil dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamuji. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

“Kalau tidak ditemukan, maka semuanya berjalan seperti biasa, hanya memang diminta masyarakat tetap tenang dan mewaspadai, kalau ada ternaknya yang menunjukkan gejala, segera pisahkan dan dilaporkan untuk kita periksa,”papar Pamuji.

Terkait dengan upaya pembatasan, Pamuji menekankan pada prinsipnya pihaknya meminimalisir memasukkan ternak dari luar apalagi dari daerah yang sudah terjangkit.

“Sampai saat ini kita belum menemukan kasus PMK di Pacitan, mudah-mudahan tetap seperti itu sehingga peternak tetap bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.