Kemenag Pacitan akan Gelar Rukyat Hilal di Pantai Srau Pada Jumat 1 April

oleh -Dibaca 577 kali
Kepala Kantor Kemenag Pacitan Moh Nasim. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN — Kementerian Agama RI akan menggelar pengamatan atau rukyat hilal di Pantai Srau, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku Pacitan jelang bulan Ramadhan 1443 Hijriah pada Jumat (1/4/2022) sore pukul 17.00 WIB.

Kepala Kantor Kemenag Pacitan Moh Nasim dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (1/4/2022) siang di kantornya mengatakan kegiatan rukyatul hilal tersebut bagian dari sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1433 H.

Adapun tahapan sidang itsbat sendiri adalah yang pertama berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi) kemudian sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 78 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk Pantai Srau Pacitan.

“Hari ini nanti tepat pukul 17.00 WIB, itu akan dilakukan yang namanya rukyatul hilal di Pantai Srau, jadi nanti kita lakukan disana, termasuk membantu pemerintah RI melalui Kemenag RI,”jelas Moh Nasim.

Moh Nasim mengatakan persiapan bulan Ramadhan Kemenag melakukan dua metode, pertama adalah hisab, yang kedua adalah dengan pelihatan bulan, rukyatul hilal.

“Tetap kita melakukan du aini, juga kita melakukan yang namanya rukyatul hilal itu dan insyaallah nanti kita lakukan bersama, dan kemudian hasilnya apapun bisa dilihat dan sebagainya, nanti hasilnya (rukyatul hilal) kayak apa kita sampaikan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kemenag,”papar Moh Nasim.

Pemerintah, kata Moh Nashim, tetap mengakomodir dua metode tersebut dengan tetap melakukan yang terbaik. Dimana, kata dia, Pemerintah mengakomodir metode hisab atau rukyatul hilal.

“Pemerintah mengakomodir dua metode itu, nanti dipadukan hasil hilal dan hisab, dua-duanya dikombinasi,”tandas Moh Nasim.

“Makanya melibatkan dari berbagai komponen bangsa, termausk wakil negara juga diundang untuk melakukan itu, baru kemudian pemeirntah bersikap terkait penentuan awal Ramadhan tersebut,”imbuh dia.

Dalam kegiatan pengamatan bulan atau rukyatul hilal yang digelar Jumat sore, Moh Nashim mengatakan Kemenag Pacitan mengundang semua elemen, termasuk ormas di Pacitan.

“Yang diundang mulai Pak Bupati, Pak Wabup, MUI, Forkopimda, ormas seperti NU, Muhammadiyah, LDII dan MTA juga kita undang, semuanya kita undang, bair semua ikut melihat dan menyaksikan kegiatan tersebut,”tandas Moh Nashim.

Secara khusus, Moh Nashim mengimbau kepada masyarakat, khususnya Pacitan bahwa melakukan puasa Ramadhan itu berdasarkan hasil itsbat yang dilakukan pemerintah.

“Kalau hasilnya 1 Ramadhan tanggal 2 atau tanggal 3 April ya masyarakat harus mengikuti itu, karena bagian dari wakil rakyat di pemerintahan, kalaupun ada yang berbeda dipersilahkan, namun jangan dijadikan alasan untuk menimbulkan gesekan,”pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Agama menyelenggarakan Sidang Isbat (penetapan) Awal Ramadan 1443 Hijriah hari ini, Jumat (1/4/2022).

Sidang Isbat (penetapan) Awal Ramadan 1443 Hijriah akan dilaksanakan secara hybrid, pada Jumat, 1 April 2022 atau bertepatan dengan 29 Syakban 1443 Hijriah. Secara luring sidang isbat akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag, Jalan MH. Thamrin, Jakarta.

Jumlah peserta sidang isbat yang hadir dibatasi sesuai ketentuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  Sementara, sebagian peserta lainnya, akan berpartisipasi melalui telekonferensi melalui jaringan internet.

Sidang isbat akan melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, duta besar negara sahabat, dan perwakilan ormas Islam. Sidang ini juga akan melibatkan perwakilan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan undangan lainnya.

Adib menerangkan, sidang isbat akan dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1443 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi). Pemaparan dilakukan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag mulai pukul 17.00 WIB.

Kedua, pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1443 Hijriah. Sesi ini digelar secara tertutup setelah Salat Magrib. Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 78 lokasi di seluruh Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.