Kemenag Pacitan: Pemerintah Arab Saudi Hapuskan Wajib Karantina, Jamaah Umrah Mulai Diberangkatkan

oleh -Dibaca 628 kali
Foto Ilustrasi Jemaah Umrah. (Pixabay)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan Moh Nasim menyebut jamaah umrah di Jawa Timur sudah mulai diberangkatkan ke Arab Saudi.

Hal itu seiring kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menghapuskan wajib karantina dan tes PCR.

“Alhamdullillah (Selasa) kemarin sudah dilaunching, bahkan di di Jatim kemarin PT Garuda sudah ada launching untuk pemberangkatan umrah, itu artinya bahwa Pemerintah Arab Saudi sudah membuka, bahkan di Pemerintah Arab Saudi tidak ada istilah karantina, tidak ada PCR,”kata Moh Nasim saat berbincang dengan awak media pada Rabu (16/3/2022) di Pacitan.

Dengan kondisi tersebut, Moh Nasim menyebut pandemi COVID-19 sudah mulai membaik.

“Kita doa bersama mudah-mudahan penyakit pandemi segera sirna dari bumi, termasuk Indonesia Arab Saudi, sehingga nanti jamaah yang ingin beribadah umrah ke tanah suci bisa dilakukan termasuk ibadah haji,”katanya lagi.

Selain umrah, Moh Nasim juga berharap ibadah haji mulai kembali bisa dilaksanakan pada tahun 2022 ini setelah tahun lalu jamaah haji dari Indonesia tidak diberangkatkan.

“Belum ada kepastian (haji tahun ini) terlaksana, bahkan seluruh Indonesia yang biasanya memberangkatkan jamaah haji, belum menandatangani MoU dengan Kementerian arab Saudi, utamanya kaitannya dengan masalah haji,”jelasnya.

Untuk di Pacitan sendiri, kata Moh Nasim, jumlah calon jamaah haji sekitar 180 calon. Untuk daftar tunggu, kata dia, kisaran 33 tahun.

“Daftar tunggunya Insyaallah 33 tahun, hari ini (Rabu, red) daftar harus tunggu 33 tahun, tahun  2053, mudah-mudahan nanti ada kebijakan kemudian Indonesia mendapatkan kuota tambahan dari arab Saudi,”pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Arab Saudi membuat kebijakan baru berupa penghapusan wajib karantina dan PCR.

Namun jamaah umrah wajib memiliki asuransi kesehatan, bahkan tidak ada lagi jaga jarak di ruang publik, yang ada hanya pengunaan masker diwajibkan pada saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Hal ini disambut baik oleh para calon jamaah umrah yang akan melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Adanya pelonggaran protokol kesehatan akan menambah ke khusyuan beribadah.