Pemkab Pacitan Kembali Gelar Operasi Pasar Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

oleh -Dibaca 1.089 kali
ANTRE. Masyarakat Pacitan antre saat mengikuti operasi pasar minyak goreng pada Jumat (4/3/2022). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) kembali melakukan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi belakangan.

Kegiatan operasi pasar itu dilakukan setidaknya di tiga titik pada Jumat (4/3/2022), yakni di Kantor Disdagnaker, di Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Sudimoro.

Kepala Disdagnaker Pacitan Sunaryo mengatakan alasan Pemkab kembali menggelar operasi pasar murah minyak goreng adalah kondisi kelangkaan minyak goreng dan harga hrga pun juga semakin melambung tinggi.

“Sehingga masyarakat merasa gelisah, merasa susah mencari minyak goreng, maka pemerintah menggelar operasi pasar dengan harga eceran tertinggi Rp14 ribu, dan masih ada yang di bawah 14 ribu, seperti hari ini ada yang harganya Rp13,5 ribu per satu liter,”kata Sunaryo.

Sunaryo berharap, dengan kegiatan operasi pasar kedua kalinya ini, bisa membantu masyarakat mengatasi kelangkaan minyak goreng.

“Harapannya dengan OP, stok barang baik yang ada di toko maupun di retail-retail itu sudah mulai ada, dan masyarakat sudah mulai ada dan masyarakat bisa langsung memenuhi kebutuhan minyak goreng itu dengan sesuai peraturan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pemerintah,”papar dia.

Lebih lanjut, Sunaryo mengatakan pada operasi pasar yang kedua ini, Pemkab Pacitan membagikan sebanyak 6 ribu liter minyak goreng.

“Operasi pasar yang kedua ini 6 ribu liter kita bagi 3 titik, di Kecamatan Donorojo 2 ribu liter, di Kecamatan Sudimoro 2 ribu liter dan di Kantor Disdagnaker Pacitan 2 ribu liter ditambah dengan UMKM,”tandas mantan Kepala Dinas Sosial ini.

Terkait efektivitas operasi pasar minyak goreng, Sunaryo mengatakan berdasarkan hasil evaluasi sementara, ada kenaikan stok dan masyarakat menikmati minyak goreng itu sudah mulai ada.

“Dan ini terpengaruh langsung kepada UMKM yang mempunyai usai,”tandas dia.

Dia juga berharap, dengan adanya operasi pasar ini kedepan tidak ada lagi kelangkaan dan harga bisa sesuai dengan HET.

“Dan kelihatannya pemerintah sudah mensuplai jatim sudah memenuhi kuota yang sesuai dengan harapan,”jelas dia.

Disinggung kemungkinan persoalan kelangkaan minyak goreng ini terjadi di bulan Ramadhan, Sunaryo optimistis hal itu tidak terjadi.“Insyaallah (Ramadhan) (stok minyak goreng) sudah normal, karena ini sudah mulai normal sebetulnya,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.