Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Naik, Disdagnaker Pacitan Lakukan Pemantauan Agar tak Terjadi Penimbunan

oleh -Dibaca 1.875 kali
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Pacitan Luthfi Azza Azizah (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan menyebut adanya sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan untuk kurun beberapa waktu kedepan.

Menurut keterangan Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Disdagnaker Pacitan Luthfi Azza Azizah di sela operasi pasar minyak goreng pada Jumat (4/3/2022) mengatakan pihaknya sudah memantau sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan.

“Berdasarkan pemantauan yang dilakukan setiap hari, memang ada beberapa komoditi yang naik, kita tahu ada minyak goreng, kemudian juga kedelai, terus daging sapi, ini sudah secara nasional, memang karena pasokan dari impor berkurang,”kata Luthfi.

Selain itu, Luthfi mengatakan kenaikan juga akan terjadi pada komoditi yang lainnya, seperti bawang merah dan cabai.

“Kemudian juga ada kenaikan sedikit mungkin di komoditi barang merah, kemudian cabai (naik) sedikit, kemudian juga elpiji memang sesuai pengumuman pemerintah ini juga naik, kemudian untuk BBM nonsubsidi juga ada kenaikan,”papar dia.

Bahkan, kata Luthfi, untuk komoditi kedelai dan daging sapi, akan terus mengalami kenaikan harga hingga beberapa waktu kedepan, termasuk saat Ramadhan hingga Lebaran.

“Kalau untuk komoditi kedelai dan juga daging sapi memang sudah disampaikan Kemendag akan naik terus, karena memang pasokannya dari luar 90 persen itu impor, jadi akan naik dua komoditi itu,”tandasnya.

Dia berharap kenaikan harga kedelai dan daging sapi tidak merembet ke kenaikan harga lain. Terlebih, dia juga mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang menimbun atau memainkan harga.

Untuk itu, Luthfi mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat tersebut.

“Berdasarkan tugas fungsi kita memang tugas kita kewajiban memantau kita pastikan tidak ada penimbunan ya, kita pastikan itu memang murni disebabkan karena pasokan dari supplier dari pabrikan itu memang bermasalah secara nasional, tetapi kita memastikan memantau tidak ada penimbunan atau mungkin juga penyalahgunaan komoditi yang lain,”papar Luthfi.

Namun demikian, Luthfi mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melakukan sejumlah tindakan jika di lapangan ditemukan adanya penimbunan. Meski diakuinya, sampai saat ini pihaknya masih dilakukan secara persuasif terhadap kemungkinan penimbunan.

“Ya kalau untuk sampai ke penindakan pelaku kita masih persuasif ya, untuk kita pantau tapai kalau udah ada peirngatan 1, 2 atau 3 kali ini masih terus seperti itu, kita akan melakukan penindakan bersama satgas pangan juga,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.