Pemkab Pacitan Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan SBY

oleh -Dibaca 410 kali
Pemerintah Kabupaten Pacitan saat menggelar doa bersama untuk kesembuhan SBY pada Kamis (4/11/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar doa bersama untuk kesembuhan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Halaman Wingking (Halking) Pendopo Kabupaten pada Kamis (4/11/2021).

Dalam kegiatan yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mahmud, doa bersama berlangsung khusyuk meski hanya terbatas karena menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Nampak Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Sekretaris Daerah Heru Wiwoho, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Untuk kesembuhan Bapak SBY sudah diupayakan melalui ikhtiar lahiriah dengan pengobatan, dan kita disini support dengan doa. Bagaimanapun beliau adalah putra Pacitan dan pernah memimpin bangsa ini,” kata Bupati sebelum memulai doa, mengutip siaran pers Humas Pemkab Pacitan.

Diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, SBY didiagnosis mengalami kanker prostat stadium awal. Untuk itu dalam SBY menjalani sejumlah tahapan pengobatan ke luar negeri. Hal itu seperti disampaikan staf pribadi SBY, Ossy Dermawan melalui keterangan pes tertulis yang diterima pada Selasa (2/11/2021).

“Adalah benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosa dari Tim Dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer),”kata Ossy.

Lebih lanjut, Ossy mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scan dan pemeriksaan yang lain, kanker prostat yang diderita oleh Bapak SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal.

Ossy mengatakan, sesuai dengan kondisi kesehatan SBY saat ini, Tim Dokter menyimpulkan semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan SBY.

“Setelah dilakukan konsultasi yang mendalam dengan tim dokter Indonesia, termasuk para urolog senior, diputuskan medical treatment dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri yang memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat,”jelas Ossy. (red/DP)