Peduli Konservasi Satwa, Kapolres Pacitan Lepas Liarkan Tukik dan Burung di Pancer

oleh -Dibaca 598 kali
Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono bersama Sahabat Penyu Pacitan melepas liarkan penyu di kawasan Pantai Pancer, Selasa (24/8/2021).(Foto: Julian Tondo/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Kekayaan keanekaragaman hayati, termasuk satwa liar yang tinggi. Menurut BKSDA Jatim, diperkirakan 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia, Indonesia nomor satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung.

Sebanyak 45% ikan di dunia hidup di perairan Indonesia. Satwa adalah bagian dari ekosistem kehidupan makhluk di bumi. Jika satwa punah, maka ekosistem kehidupan juga akan punah atau setidaknya rusak.

Pentingnya kesadaran bersama menjaga habitat alam demi menjaga ekosistem adalah juga menjadi tugas bersama. Jika hanya mementingkan sisi pemanfaatannya saja dan tidak memperdulikan fakta bahwa kekayaan hayati yang ada bersifat terbatas dan milik publik, bukan tidak mungkin keanekaragaman hayati yang kita miliki akan jatuh ke dalam  kepunahan.

Di kabupaten Pacitan, usaha pelestarian satwa dan lingkungan, secara bertahap juga dilakukan sejumlah orang dan kelompok masyarakat. Salah satunya adalah Sahabat Penyu Pacitan.

Kelompok ini, dalam 4 tahun terakhir bergerak untuk penjagaan, perawatan, dan perlindungan satwa langka (hampir punah) terutama penyu.

Mereka (sahabat penyu), secara rutin setiap waktu melakukan patroli laut untuk melihat adakah keberadaan penyu yang mendarat ke pantai untuk bertelur, yang kemudian telur telur tersebut dievakuasi menuju tempat yang aman.

“Kami memindahkan telur penyu ketempat yang lebih aman. Karena ditepi pantai cukup beresiko terkena abrasi pasang laut, dan predator,”kata Slamet Cuboh Hember, aktivis sahabat penyu Pacitan, Selasa (24/08/2021)

Pemindahan telur penyu ini dilakukan sebagai usaha untuk memaksimalkan penetasan telur menjadi tukik ( anak penyu) untuk kemudian bisa direlease kembali ke laut.

“Penyu sekali bertelur bisa sampai 100 butir. Dan tidak semuanya bisa menetas dengan baik. Kalaupun menetas dan menjadi tukik, kemungkinaan berhasil tumbuh besar juga sangat tipis. Asumsinya bisa 100:1. Karena saat masih tukik banyak sebab dilaut mereka bisa mati,”ungkap Cuboh, sapaan akrabnya.

Bisa dikatakan langka, karena penyu yang telah dewasa tidak semuanya bisa bertelur. Satu penyu betina bisa menghasilkan telur jika sudah melakukan pembuahan dengan enam penyu jantan. Sementara keberadaan penyu jantan saat ini lengka.

“Dulu durasi penyu betina bertelur itu dalam 3 tahun sekali, saat ini menjadi 6 tahun sekali. Ya karena jumlah pejantan yang berkurang,”imbuh cuboh.

Usaha pelestarian satwa ini, tidak bisa dilakukan oleh satu dua kelompok yang ada, tapi sinergisitas antar lembaga juga perlu dilakukan.

Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono yang juga mantan Kasubdit Gakkum Polairud Polda kepulauan Riau, mempunyai satu pemikiran yang sama tentang pelestarian satwa, mendorong semangat relawan penyu untuk tetap melakukan usaha pelestarian, dengan turut melakukan usaha pemeliharaan habitat penyu.

“Ya ini saya dengan sahabat penyu merelease tukik ke laut. Agar mereka bisa tumbuh kembang. Dan bukan hanya tukik yang kami release. Saya juga merelease burung yang saya beli dari penjual. Saya lepas ini. Biar mereka lepas dan menjadi bagian ekosistem yang ada,”terang Kapolres.

Apresiasi kapolres Pacitan terkait pelestarian satwa di Pacitan bukan tanpa sebab. Saat menjabat sebagai Kasubdit Gakkum Polairud Polda kepulauan Riau, dirinya tidak jarang menangkap pelaku pelanggar lingkungan yang hanya mencari keuntungan tanpa pernah mau melakukan pemeliharaan.

“Aktifitas pelestarian tidak hanya saya lakukan di Pacitan. Dulu di Riau saya lakukan juga. Itu salah satunya benur. Di Pacitan juga adakan kan. Di Riau saya lepas liarkan kembali ribuan ekor benur. Dan juga saya tindak itu pelakunya. Sama juga di Pacitan. Kalau ada yang berani tangkap penyu dan telurnya dan dijual. Saya tangkap itu,”ungkap Kapolres pada pewarta.

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan

Video Sahabat Penyu Pacitan yang Terus Lakukan Konservasi Satwa Langka Penyu