Semarakkan Ramadhan, Komunitas Song Meri Gelar Pasar Krempyeng Buko Posonan

oleh -Dibaca 204 kali
Pasar Krempyeng di Desa Sukoharjo Pacitan menyemarakkan bulan Ramadhan 1442 H. (Foto: Wardiana Yulianti)

Pacitanku.com, PACITAN – Bulan Ramadhan 1442 Hijriyah, komunitas Song Meri di Dusun Nitikan Desa Sukoharjo Pacitan dan Komunitas Songmeri menggelar “Pasar Krempyeng Buko Posonan”.

Lokasi pasar tersebut  teletak di “Latar Song Meri” tepatnya di tepi tebing Dusun Nitikan Desa Sukoharjo Pacitan. Kegiatan itu digelar untuk menyemarakkan Bulan Ramadhan mulai Selasa (13/4/2021) hingga Rabu (10/5/2021) mendatang setiap mulai pukul 15.00 WIB.

Di pasar tersebut, pengelola menyediakan jajanan pasar, makanan tradisional dan aneka minuman.

 “Hal ini, untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat kami komunitas Songmeri bersama seluruh masyarakat Desa Sukoharjo mengadakan pasar jajanan buko posonan untuk memajukan UMKM desa untuk kesejahteraan warga,” kata Amin, ketua dari komunitas Songmeri Desa Sukoharjo, Rabu (14/04/2021) di Pacitan.

Saat ini, pandemi masih belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Penjual maupun pembeli dipastikan tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker saat berinteraksi.

Meskipun sebelumnya diguyur hujan, pembeli juga sangat antusias datang ke Pasar Krempyeng Buko Posonan Song Meri untuk membeli makanan buka puasa.

Penjualnya keseluruhan adalah warga Desa Sukoharjo sendiri. Tidak hanya itu, Bupati Pacitan terpilih Indrata Nur Bayu Aji juga datang ke lokasi dan sedikit berbincang dengan ketua komunitas Song Meri.

“Puasa hari pertama Indrata juga hadir dan melihat-lihat suasana di Pasar Krempyeng Buko Posonan dan membeli beberapa makanan yang tersedia untuk buka puasa. Selain itu beliau juga sedikit berbincang-bincang santai dengan saya,”ungkap Amin.

Tempat penjualan dibuat seperti rumah joglo yang atapnya terbuat dari daun kelapa dan ada tempat duduknya terbuat dari kayu.

Berbagai jenis makanan dan minuman khas buka puasa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Pasar sore memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadirannya yang banyak ditunggu warga, bisa menggerakkan roda ekonomi.

Pelaksanaan Pasar Krempyeng Buko Posonan ini baru diadakan pada tahun ini, tahun sebelumnya tidak pernah diadakan Pasar Krempyeng Buko Posonan.

Mengingat pandemi, maka Komunitas Songmeri ingin bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Yaitu ingin membuat variasi yang baru atau mencoba hal baru. Agar warga sekitar tidak jauh untuk membeli makanan, minuman atau takjil pada bulan puasa.

Lebih lanjut, Amin mengatakan bahwa rencana pada malam hari akan disediakan tempat untuk ngopi bersama. Entah dari kalangan remaja, dewasa bahkan tua atau lanjut usia sambil berbincang-bincang.

Akan tetapi, saat masih pandemi seperti ini tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Supaya warga yang datang merasa nyaman.

“Rencananya pada malam hari komunitas akan menyediakan kopi dan makanan untuk teman berbincang, dengan di pasang lampu untuk penerangan,”bebernya.

Sementara, Galih, salah satu anggota Komunitas Songmeri menambahkan bahwa acara ini adalah salah satu cara membantu perekonomian warga dan mempererat tali silaturahmi.

“Beberapa UMKM dan beberapa pelaku usaha lainnya terlibat dalam kegiatan Pasar Krempyeng Buko Posonan di latar Song Meri, memang sebelumnya adalah Lapangan voli di sulap menjadi pasar kampung Ramadhan sebagai wujud kepedulian komunitas pada bulan suci Ramadhan,”jelasnya.

Menurut dia, Pasar Kampung Ramadhan ini akan membantu memudahkan masyarakat mendapatkan menu buka puasa yang beragam dalam suasana silaturahmi.

“Dan juga meningkatkan kecintaan anak-anak pada budaya lokal dalam nuansa keagamaan, serta untuk meningkatkan pendapatan UMKM masyarakat setempat,” katanya.

Salah satu pedagang, Tias Puji mengatakan bahwa, tidak hanya bazar makanan, minuman tetapi ada juga lomba adzan cilik, lomba musik islami  berupa rontekan grub.

“Kegiatan Kampung Ramadhan ini, selain bazar makanan atau minuman juga diisi dengan hiburan dan berbagai lomba berbasis religi seperti lomba adzan cilik, lomba musik islami (rontekan grub) yang dimulai pukul 15.00 WIB. Kemudian istirahat pada saat berbuka puasa hingga selesai salat tarawih bersama di Langgar Song Meri,”pungkasnya.

Kontributor: Wardiana Yulianti (Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan)
Editor: Dwi Purnawan  

No More Posts Available.

No more pages to load.