Pemerintah Tanami Ratusan Pohon Bernilai Ekonomis di Area Sabuk Hijau Bendungan Tukul

oleh -Dibaca 145 kali
DITANAMI POHON BERNILAI EKONOMIS. Area sabuk hijau bendungan Tukul Pacitan yang ditanami berbagai macam pepohonan. (Foto: Kementerian PUPR)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) terus berkomitmen dalam rangka berperan aktif terhadap konservasi alam melalui penghijauan dengan melakukan penanaman pohon yang benilai ekonomis pada semua area infrastruktur. Salah satunya dengan memanfaatkan area sabuk hijau (greenbelt) seluas 2.496 hektar di sekitar Bendungan Tukul yang telah ditanam pohon sebanyak 655 pohon bernilai ekonomis.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan dalam kegiatan pembangunan PUPR, prosesnya harus berfokus pada penyediaan lapangan kerja atau padat karya.

“Misalnya penghijauan, mulai dari pembibitan, kemudian penanaman hingga pemeliharaan diharapkan sekaligus membuka lapangan kerja baru,”kata Basuki, seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR pada Kamis (15/4/2021).

Adapun, pohon yang ditanam harus memiliki kriteria yakni, pohon yang memperkuat infrastruktur dan bernilai ekonomis terutama dari buahnya.

Staf Ahli Menteri PUPR (Sampu) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman mengatakan tTeknis penanaman pohon telah diatur dengan memperhatikan kondisi lahan dan area infrastruktur sampai ke urusan pemeliharaannya.

Menurut Sudirman, Bendungan Tukul yang telah diremikan Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 14 Februari 2021 lalu, selain bermanfaat sebagai irigasi, air baku, pengendalian banjir dan pembangkit listrik, harus ditata dan memiliki kawasan sabuk hijau yang memadai melalui penanaman pohon yang disesuaikan dengan struktur tanah.

“Pelaksanaan penanaman pohon akan melibatkan Ikatan Purnabhakti Kementerian Pekerjaan Umum (IPPU) dan kelompok masyarakat setempat,” terangnya.

Area greenbelt Bendungan Tukul sendiri memiliki luas 2.496 hektar telah ditanami sebanyak 655 pohon seperti durian musang king 50 pohon, mangga 300 pohon, jeruk baby Pacitan 305 pohon.

Selain Bendungan Tukul Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Ditjen Sumber Daya Air juga telah melaksanakan penanaman di lima bendungan lainnya yaitu Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar sebanyak 1852 pohon, Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro,  sebanyak 1000 pohon, Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo sebanyak 1000 pohon, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar sebanyak 300 pohon, dan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri sebanyak 5317 pohon.

Bendungan Tukul memiliki kapasitas tampung 8,68  juta meter kubik bermanfaat untuk mengairi irigasi seluas 600 hektar dan  mereduksi banjir sebesar 42,22 m3/detik, berpotensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 2×132 KW, konservasi sumber daya air, dan pariwisata.

Bendungan Tukul mulai dibangun sejak tahun 2013 hingga 2021 dengan anggaran APBN sebesar Rp. 904,4 miliar. Sebagai kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero) dan  konsultan supervisi PT KSO, PT Mettana, PT Anugrah, Kridapradana, PT Bina Karya (Persero).

Sunarto, salah seorang anggota Kelompok Tani Tukul menyampaikan terimakasihnya telah dilibatkan dalam pengelolaan tanaman di Bendungan Tukul.

“Selama ini Pacitan terkenal memiliki durian sebagai komoditas unggulan dengan pembudidayaan yang jauh lebih singkat. Kami berharap ke depan hasil pengelolaan tanaman ini bisa dimanfaatkan masyakat sekitar,”kata dia.