Waspada Cuaca Ekstrem Akibat Gangguan Atmosfer Salah Satunya di Pacitan

oleh -Dibaca 318 kali
Ilustrasi Hujan Angin
Ilustrasi Hujan Angin

Pacitanku.com, SIDOARJO — Kepala UPT Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur Wayan Mustika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan  terhadap potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur di awal Februari, mulai Selasa 2 Februari 2021 hingga Senin 8 Februari 2021 mendatang.

Menurut Wayan, seperti dalam keterangan pers tertulis yang diterima Pacitanku.com, Senin (1/2/2021), kondisi atmosfer terkini menunjukkan adanya beberapa gangguan atmosfer yang menyebabkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan di jawa timur.

“Saat ini jawa timur berada di puncak musim hujan yang mana potensi hujan relatif tinggi. Aktifnya pola tekanan rendah di perairan Australia yang menyebabkan adanya zona pertemuan angin dari arah Asia dan dari arah Australia juga mengakibatkan penguatan curah hujan tinggi di Jatim,”jelasnya.

Selain itu, kata dia, terdapat MJO yang merupakan pergerakan kumpulan awan-awan hujan dari Samudera Hindia sebelah timur Afrika yang saat ini sedang melintasi wilayah Indonesia menuju samudera Pasifik.

“Hal tersebut diperkuat dengan adanya gangguan gelombang Rossby yang dapat meningkatkan potensi curah hujan,”tandas Wayan.

Berdasarkan beberapa gangguan atmosfer tersebut, imbuh Wayan, perlu diwaspadai curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat berpotensi terjadi untuk sepekan kedepan di beberapa wilayah Jawa Timur.

“Seperti Surabaya, Lamongan Tuban,Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, Tulungagng, Batu,Jember Bondowoso, Banyuwangi, Pamekasan, Sidoarjo, Mojokerto,Magetan, Ponorogo, Pacitan, Tuban, Blitar, Kediri, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Gresik, Bangkalan
Sampang,”paparnya.

Selain itu, imbuh Wayan, berdasarkan analisis stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, kondisi paerairan Jatim juga dipengaruhi oleh tekanan rendah di barat laut Australia yang mengabikatkan peningkatan kecepatan angin dengan arah hembusan sejajar laut Jawa.

“Sehingga mengakibatkan pembentukan fetch atau daerah pembangkitan gelombang laut yang memicu peningkatan ketinggian gelombang di perairan Jatim dalam kategori tinggi di Laut Jawa 2,5 sampai 4meter dan kategori sangat tinggi 4 sampai 6 meter di selatan Jatim,”jelasnya.

Di sisi lain, ujar Wayan, area konvergensi atau bertemunya massaudara yang masih terpantau di laut Jawa mengakibatkan pembentukan awan konventif yang menimbulkan curah hujan sedang hingga lebat, disertai petir di wilayah perairan Jatim.

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti genangan, jalan licin, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan petir, serta bahaya gelombang laut,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.