Ratusan Warga Arjowinangun Jalani Uji Swab Pencegahan Corona

oleh -13227 views
PENANGANAN CORONA. Bupati Pacitan Indartato mengecek karantina di Arjowinangun, Jumat kemarin. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Tak kurang dari 165 warga di Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan kota menjalani uji swab di lokasi karantina di salah satu Rukun Tetangga (RT) di kawasan tersebut. Hal ini merupakan tindak lanjut dari karantina yang telah dilakukan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID-19 Pemkab Pacitan dua hari lalu.

“Karantina wilayah ini dua yang sudah dikarantina, yang pertama adalah di Desa Kembang, ini karena di satu RT itu terpapar lima, dan saat ini (sabtu, red) di Desa Arjowinangun terpapar 8 yang hari ini diadakan swab sekitar 165 orang,”kata Bupati Indartato, saat menyampaikan paparan dalam webinar yang bertema Collaborative Governance dan Kepemimpinan COVID-19 di Jatim, Klaster Riset Collaborative Governance and Dynamic Public Services (CGDPS) Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Ada 8 Warganya Positif Corona, Satu RT di Pacitan Dilakukan Karantina Wilayah

Indartato berharap, kegiatan uji swab di Desa Arjowinangun tersebut dapat diperoleh dengan hasil negatif.

“Mudah-mudahan selesai dan semuanya hasilnya negatif sehingga tidak menambah yang terpapar yang sekarang jumlahnya sudah 74 dan masih dirawat 12,”tukasnya.

Terpisah, juru bicara tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto membenarkan kegiatan tersebut.”Tes swab untuk masyarakat di RT/RW 1/IV, lingkungan Barang desa Aarjowinangun,”katanya saat dihubungi Pacitanku.com.

Rachmad mengatakan, swab akan dilakukan guna mencegah penularan wabah COVID-19 meluas.”Hal ini dilakukan agar penularan COVID-19 di ligkungan tersebut segera dapat diatasi” paparnya.

Tak hanya itu, Rachmad juga menekankan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Patuhi protokol kesehatan dan 3 M itu adalah vaksin dari virus COVID-19,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan