Gugus Tugas akan Lakukan Tracing Lebih Luas Terkait Temuan Klaster Lokal di Sudimoro

oleh -13300 views
Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Sulthan Salahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Gugus tugas percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemerintah Kabupaten Pacitan akan melakukan tracing lebih luas terkait ditemukannya pasien positif COVID-19 dari klaster lokal Sudimoro.

Juri bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Rachmad Dwiyanto mengatakan penambahan tiga pasien positif COVID-19 ini berasal 1 dari kecamatan Tulakan, kedua dari Kecamatan Ngadirojo yang merupakan sopir pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

“Sedangkan yang ketiga kontraktor kalau sesuai KTP-nya dari lampung. Sehingga total semuanya yang ada disana sampai dengan saat ini ada 7, satu dirawat di Trenggalek, tapi tracingnya kan bagian kita,”katanya, Rabu (1/7/2020) malam WIB.

Baca juga: Tambah Tiga dari Klaster Lokal, Total Pasien Positif Corona di Pacitan Kini Jadi 27

Atas temuan itu, Rachmad mengatakan pihaknya akan melakukan tracing lebih luas lagi. Hal tersebut, kata dia, mengingat jumlah kemungkinan kontak erat di klaster lokal Sudimoro ini cukup banyak.

“Tadi informasi dari tim tracing, kalau kita kemarin kita pakai jalur luar, sudah mulai hari ini masuk ke dalam. Karena khusus yang dirawat di Trenggalek itu memang bagian logistik, jadi manajemen di dalam,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Rachmad mengatakan dirinya sudah berdiskusi dengan Bupati Indartato terkait rencana melakukan tracing lebih luas di klaster lokal tersebut.

“Dan saya tadi diskusi dengan pak bupati, Pak Bupati nelpon kepada petingginya dalam waktu tidak terlalu lama akan dilakukan tracing lebih lanjut, lebih luas, kalau perlu rapid juga lebih banyak, karena info kalau nggak salah, seluruh karyawan ada sekitar ratusan, ada 700-an disana,”jelas pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan ini.

Tak hanya itu, mengingat adanya satu pasien positif COVID-19 klaster lokal Sudimoro yang berasal dari dalam, Rachmad mengatakan ada kemungkinan satu departemen di tempat kerja tersebut dilakukan lockdown.

“Dengan ditemukannya positif satu yang di dalam, bukan tidak mungkin satu departemen lockdown, tinggal tergantung hasil tracingnya besok,”tandasnya.

Secara khusus, Rachmad juga meminta masyarakat untuk tidak lengah dengan kondisi new normal. Masyarakat, kata dia, harus selalu menjaga kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan.

“Nah kembali lagi menindaklanjuti yang disampaiakn pak bupati, kita ndak boleh lengah, jadi new normal itu bukan keadaan normal, ya seperti ini terus nambah-nambah, sehingga kedisiplinan kita juga harus kita jaga,”pungkasnya.

Berdasarkan data yang dikutip Pacitanku.com dari laman gugus tugas COVID-19 Pacitan, setidaknya gugus tugas telah memantau 25.820 orang. Dengan rincian 24.472 orang sehat dengan risiko (ODR), 667 orang dalam pemantauan (ODP), 634 orang tanpa gejala (OTG), 20 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 27 pasien positif COVID-19. Dari total 27 pasien positif COVID-19 tersebut, dirawat 15 orang, 11 sembuh dan meninggal dunia 1 orang.

Pewarta/Foto: Sulthan Salahuddin
Editor: Dwi Purnawan