Sejak 2 Juni Lalu, KBM Dilaksanakan Secara Daring

oleh -13428 views
Siswa sekolah di Kecamatan Bandar, Pacitan. (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Kerinduan pada sekolah, memang sangat dirasakan para siswa didik di Pacitan. Mereka yang sebelumnya riang gembira bertemu teman sejawat dan guru pembimbing, namun saat ini, situasi belum memungkinkan.

Badai coronavirus disease 2019 (COVID-19) masih terus berlangsung. Bahkan saban hari kurva penderita virus SARS-CoV-2 tersebut, masih menunjukkan tren kenaikan. Termasuk di Kabupaten Pacitan, yang saat ini sudah tembus 15 warga dari berbagai klaster, yang terinfeksi virus yang diklaim berasal dari daratan China tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Daryono mengatakan, memang sejak 2 Juni lalu, kegiatan belajar mengajar siswa, sudah mulai berjalan. Hanya saja, lanjut dia, sesuai imbauan dari gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 nasional, kegiatan klasikal belum bisa dilaksanakan.

Pada siswa didik dan guru, hanya bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara virtual.

“Kita tidak hanya berkutat pada masalah pendidikan semata. Namun keselamatan dan kesehatan guru dan siswa, menjadi prioritas utama. Karena itu, metodologi pembelajaran masih dilaksanakan dalam jaringan (daring),” ujar mantan Inspektur Pembantu Inspektorat Kabupaten Pacitan ini, Kamis (4/6/2020).

Daryono menegaskan, sekalipun siswa didik masih aktif melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring, namun sejatinya saat ini kegiatan KBM sudah fakultatif. Guru hanya menyelesaikan tugas-tugas administrasi kesiswaan.

“Besok pengumuman kelulusan tingkat SLTP. Dan tanggal 15 nanti, untuk jenjang sekolah dasar,” jelasnya.

Setelah itu, siswa didik akan menjalani liburan semester, sampai tanggal 12 Juli nanti. Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021, dimulai pada 13 Juli nanti.

“Kita pun masih menunggu petunjuk dan aturan dari pemerintah pusat, soal metodelogi pembelajaran nantinya. Apakah secara klasikal atau tetap dalam jaringan, kita masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat,”pungkanya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan