Lima Orang Klaster Temboro Asal Ngadirojo Menghilang Saat Hendak Uji Swab

oleh -298 views
Juru bicara satgas penanganan COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Sulthan Salahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN –  Banternya sebaran coronavirus disease 2019 (COVID-19) dari transmisi lintas daerah, klaster Pondok Pesantren Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, mungkin membuat sejumlah pihak ketakutan.

Menurut  juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, bahkan beberapa dari mereka yang terindikasi sebagai orang tanpa gejala (OTG), menghilang dari kejaran tim survailans.

“Ada oknum dari kluster Temboro yang menghilang. Sesuai hasil tracing gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, terdapat 5 orang yang berasal dari kluster Temboro. Mereka berasal dari Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo. Mereka terdiri atas 2 santri Temboro dan 3 keluarga inti, satu rumah. Malah kepala keluarga seorang PNS juga,”kata Rachmad, Kamis (4/6/2020) di Pacitan.

Saat dikakukan tracing, kelima orang tersebut kooperatif dan dilanjutkan dengan pelaksanaan rapid diagnostic test (RDT), menunjukkan hasil non reaktif.

Gugus tugas ingin memastikan agar keluarga tersebut benar-benar negatif COVID-19. Karena ada beberapa kasus temboro yang RDT non reaktif, tapi swabnya positif.

“Hal seperti ini yang tidak diharapkan gugus. Sehingga dari 5 orang tersebut diharapkan bisa memberikan teladan pada keluarga Temboro untuk sadar dan jujur serta kooperatif kepada gugus, untuk memastikan tidak adanya virus corona pada mereka,”pinta Rachmad mewakili gugus tugas.

Dengan begitu, Rachmad mengatakan penularan bisa dicegah dan tidak menambah daftar pasien positif COVID-19.

Disamping itu, kata Rachmad, sebagai PNS harus dapat memberikan contoh dan keteladanan bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk gotong- royong dan kebersamaan dalam mencegah dan penanganan COVID-19 agar tidak terjadi di desa maupun kecamatan.

Rachmad juga mengharapakn kepada keluarga tersebut untuk segera menghubungi Puskesmas atau RSUD dr Darsono Pacitan, untuk dapatnya dilakukan test swab guna memastikan apakah terjangkit corona atau bukan.

“Dalam hal ini gugus tugas tidak ada upaya diskriminasi terhadap kelompok Temboro. Semua diperlakukan sama tanpa perbedaan sesuai aturan dan protokol yang ada,”pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan