Gugus Tugas Tegaskan Belum Ada Penambahan Pasien Positif Corona di Pacitan

oleh -13229 views
Jubir gugus tugas COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Juru bicara satuan gugus tugas percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, sedikit geram mendengar pemberitaan salah satu media.

Dalam pemberitaan tersebut disebutkan satu dari empat guru SMK di Pacitan yang mengikuti prosesi pelantikan kepala sekolah di Surabaya, positif COVID-19.

Menurut Rachmad, kabar tersebut sangat tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak memunculkan fitnah ditengah masyarakat, yang saat ini gelisah dengan pemberitaan tersebut.

“Yang dari Pacitan baru kemarin dilakukan test swab. Dan kita menunggu hasilnya,”ujar Rachmad, memberikan klarifikasi atas pemberitaan salah satu media daring nasional, yang mengabarkan satu guru di Pacitan positif COVID-19, Kamis (4/6/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini mengatakan, sampai dengan saat ini belum ada tambahan pasien positif COVID-19 di Pacitan.

“Masih tetap 15, terakhir dari Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo. Untuk kluster baru masih dilakukan rapid test keluarga dari 4 orang tersebut, disamping tracing tetap dilakukan sesuai SOP. Dan hari ini akan dilakukan test rapid lagi terhadap 11 keluarga dari 4 orang yang diduga menghadiri acara pelantikan di Surabaya,”bebernya.

Pada kesempatan tersebet, Rachmad juga menegaskan, hasil rapid diagnostic test (RDT) keempat guru dan kepala sekolah tersebut adalah non reaktif.

Data yang diperoleh Pacitanku.com dari laman resmi gugus tugas di covid19.pacitankab.go.id, satgas COVID-19 Pacitan telah memantau sebanyak total 23.753 orang per Rabu (3/6/2020) pukul 13.00 WIB.

Dari total jumlah pantauan tersebut, sebanyak 22.785 berstatus orang sehat dengan risiko (ODR), 591 berstatus orang dalam pemantauan (ODP), 15 pasien dalam pemantauan (PDP), 347 orang tanpa gejala (OTG) dan 15 pasien positif COVID-19.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan